Wednesday, December 12, 2012

Masalah Kemacetan Di Kota Besar Indonesia (Kalau Saya Walikota)

Klise, dan bosan untuk ketemu kemacetan di kota besar di Indonesia. Sekarang tidak usah sebut Jakarta, yang notabene punya segudang koleksi masalah tentang infrastruktur kota. Kota lain, seperti Bandung, Surabaya dan bahkan Makassar, sudah dihinggapi penyakit menular ini.

Benar memang, kemacetan dalam kota besar pasti terjadi dalam siklus beranjak dari kota Nasional menuju akses internasional, kalau tidak mau disebut Kota Dunia. Dengan kemacetan berarti menjadi parameter pertumbuhan ekonomi yang semakin baik , karena bertambahnya volume kendaraan, dan volume kesibukan penduduk kota tersebut.

Dulu jam sibuk bisa ditebak, Jam 7 pagi, jam 12 pas keluar makan siang, jam 4 pas pulang pegawai negeri, dan di weekend. Sekarang sudah merata. Semua jam adalah kepadatan, semua ada agenda kerja, agenda mobile, weekend malah menjadi hari istirahat nasional. Hari minggu bisa dipastikan lebih lengang dibanding hari kerja, ramainya hanya di area publik dan pusta hiburan kota.

Tetapi parameter kemacetan yang dianggap cikal bakal sukses menuju kota dunia harus tetap di maintain dengan baik. Bisa jadi arah menuju kota dunia akan berbelok, menggulung dan menciptakan lingkaran tak berujung, dimana akhir kota dunia akan sangat lama untuk di capai.

Di saat ini, Makassar sedang menuju Pilkada 2013.  Infrastruktur jalan, dan yang berjalan diatasnya menjadi sorotan publik Makassar. Kenapa tidak ? semakin kemacetan menjadi-jadi, musim hujan yang membuat jalanan kembali banjir, gorong-gorong dan saluran air yang tesumbat menjadi santapan pengguna jalan tiap hari, akan tetapi tidak ada solusi jelas dan cepat yang diambil oleh Pemda, atau Pemkot. Kenapa pada diam, karena akan ada Pilkada 2013.

Hampir sebagian besar masalah perkotaan terkait pada infrastruktur dan masyaraktnya. Jalanan yang sempit, infrastruktur Telekomunikasi dan listrik yang ikut membatasi pelebaran jalanan, dan jangan lupa ulah para pengendara yang ugal-ugalan dan cenderung mau menang sendiri menjadi penyebab daily-chaos di jalanan .

Padahal kalau Pemda dan pemkot mau peduli, mau duduk bersama dan mencari akar masalah lalu merumuskan solusi , saya kira itu menjadi white-campaign yang akan mendapatkan perhatian untuk Pemilukada 2013 nantinya. Bayangkan, becak masuk jalan protokol, muncul banyak type kendaraan siluman ada bentor, ada motor-box (yang antar makanan dll) , yang aturan nya ngga jelas, ikut menjadi biang kemacetan. Tapi pemda dan pemkot tidak bisa mengeluarkan aturan tegas tentang hal-hal tersebut , karena Gubernur dan Walikota bersaing untuk pemilikada 2013. Nah lo!

Saat semua orang berkata, memilihlah yang terbaik saya malah apatis, 2-2 nya tidak relevan membawa kota ini lebih baik.

Solusi Macet ?
Jelas ada. Kalau saya jadi walikota aja solusinya sperti ini :

1.  Bentuk team khusus infrastuktur kota , terdiri dari team ahli jalan, ahli pengkabelan , ahli drainase, ahli desain tata kota, city-designer, dan perwakilan dari kepolisian juga dari masyarakat (tokoh masyarakat).
2. Buat kegiatan pertama untuk memetakan masalah dahulu. Buat team bergerak berbaur dengan masyarakat grass-root untuk menemukan masalah. Hanya masalah. Kumpulkan sebanyak mungkin masalahnya.
3.  Temukan ekspektasi masyarakat. Ide, keinginan, unek-unek. Data dalam sebuah milestone yang di atur berdasarkan tingkat priporitas, efek massal, dan kemungkinan tercepat bisa di selesaikan.
4. Atur team penanggung jawab untuk tiap masalah, dan tiap ide yang terpilih.
5. Buat Jadwal dari data tersebut diatas, paralelkan dengan kemungkinan menhitung waktu, budget dan resource yang dibutuhkan. Pisahkan menjadi 2 bagian besar, Jangka pendek dan jangka panjang. Pisah kan teamnya. Jangka panjang diskusikan dengan seluruh jajaran kota ,biar berbeda partai atau golongan, agar menjadi issue bersama selanjutnya bisa menjadi project estafet bersama.
6. Untuk jadwal project terpilih, buat telaah masalah yang mungkin menghadang. Buatkan juga team sosialisasi. Kumpulkan tokoh masyarakat, partai dan mahasiswa. Breakdown rencana kita. Tentukan masalah, planning dan jadwal kerjanya. Minta masyarakat mengawasi sebagai project milik kota bersama.
7. Action !

Selesai !

1 comments :

Menurut saya mengatasi kemacetan dapat dilakukan dengan cara :
1. Kurangi subsidi premium.
2. Tetapkan aturan Road Electronic Pricing
3. Bangun transportasi massal yang lebih efektif, seperti Monorail atau Mass Rapid Transport (MRT) yang cepat, tepat waktu, dan murah.
4. Pasang kamera CCTV di jalan2 protokol untuk memantau pelanggaran lalu lintas oleh pengemudi kendaraan bermotor.
5. Menaikkan pajak kendaraan bermotor sebesar 30%.
6. Menertibkan pedagang kaki lima yang suka berdagang dengan merampas bahu jalan.