Friday, November 14, 2014

Apa Yang Terjadi Jika Bulan Tidak Ada ?

Mungkin selama ini kita tidak pernah berfikir apa sih gunanya Bulan itu. Mungkin kita hanya menganggap Bulans sebagai aksesoris, seperti bintang, dan para "mahluk" angkasa lainnya. Tapi setelah membaca informasi selanjutnya ini, mungkin kita malah takus saat bulan tiba tiba absen 2 malam dari langit kita.
Mari kita mengingat kembali bahwa  bulan adalah material angkasa yang tercipta dari material bumi. Itu terjadi saat Bumi menyemburkan lava sekitar 30 juta tahun yang lalu. Sebuah hantaman keras dari material luar angkasa lainnya (bisa saja meteor atau planet lain) menyebabkan beberapa bagian bumi bertebaran di luar angkasa, bergabung thengan material abus dan lava panas membentuk bulan. Beberapa juta tahun yang lalu Bulan juga sempat berhenti di akibatkan oleh aktifitas geologi di luar angkasa. Tapi tidak lah bijak kalau kita mengatakan bulan tidak punya pengaruh terhadap bumi kita. Mari kita bahas apa saja yang terjadi jika bulan tiba tiba minggat ke galaksi lain , atau dari dulu tidak terbentuk sebagai satelit Bumi.

Dari semua kemungkinan, yang paling mungking terjadi adalah yang sebut "tidal changes" atau perubahan pasang surut di laut. Jika saja bulan tidak mempengaruhi laut kita , maka kapasitas dan besarnya pasang surut di lautan akan 3 kali lipat dari yang kita lihat (maksimal) saat ini. Bukan cuma itu, bulan juga mempengaruhi altitude laut (ketinggian ombak) ,  besaran gravitasi dari bulan akan mempengaruhi perputaran dan naik turun pusat laut di seluruh bagian bumi kita. Atau simpelnya adalah justru tengah lautan akan lebih dangkal dibanding pantai alias meluap luap..
Bulan juga membantu memperlambat perputaran Bumi. Faktanya bahkan setiap hari bulan memberikan perlambatan terhadap perputaran bumi, mungkin sekitar beberapa mikro-detik pertahun. Jika tidak ada bulan yang memperlambat bumi, maka akan menimbulkan badai dan angin yang lebih kencang dan lebih sering, juga akan mempengaruhi kehidupan dibumi. Siang dan malam akan lebih sedikit secara bergantian, dan tentu kita tidak akan tau apa jadinya terhadap kehidupan yang selama ini telah berjalan.


Lalu masalah axis, kemiringan bola bumi dalam berputar. Pengaruh dalam beberpa derajat akan sangat fatal. Bulan menjaga  axis bumi dengan baik. Sekitar 23 derajat, yang membuat kita menikmasi musim dan kehidupan seperti sekarang ini. Jika tidak mungkin kita akan seperti planet Uranus (axis nya = 97 derajat) , yang menikamati 42 tahun berturut-turut dalam keadaan siang, lalu 42 tahun berturut-turut berikutnya dalam keadaan malam (gelap).
Jadi , Alhamdulillah Tuhan membuatkan bulan, dan menjaganya tetap di tempatnya.

Thursday, November 13, 2014

Pengaruh Tabiat Istri Terhadap Cara Suami Mencari Nafkah

Hasan al-Bashri berkata:

“Aku datang kepada seorang pedagang kain di Mekkah untuk membeli baju, lalu si pedagang mulai memuji-muji dagangannya dan bersumpah, lalu akupun meninggalkannya dan aku katakan tidaklah layak beli dari orang semacam itu, lalu akupun beli dari pedagang lain.”

2 tahun setelah itu aku berhaji dan aku bertemu lagi dengan orang itu, tapi aku tidak lagi mendengarnya memuji-muji dagangannya dan bersumpah, Lalu aku tanya kepadanya:”Bukankah engkau orang yang dulu pernah berjumpa denganku beberapa tahun lalu?”Ia menjawab : “Iya benar”Aku bertanya lagi:”Apa yang membuatmu berubah seperti sekarang? Aku tidak lagi melihatmu memuji-muji dagangan dan bersumpah!”Ia pun bercerita:”Dulu aku punya istri yang jika aku datang kepadanya dengan sedikit rizki, ia meremehkannya dan jika aku datang dengan rizki yang banyak ia menganggapnya sedikit.

Lalu Allah mewafatkan istriku tersebut, dan akupun menikah lagi dengan seorang wanita. Jika aku hendak pergi ke pasar, ia memegang bajuku lalu berkata:’Wahai suamiku, bertaqwalah kepada Allah, jangan engkau beri makan aku kecuali dengan yang thayyib (halal).

Jika engkau datang dengan sedikit rezeki, aku akan menganggapnya banyak, dan jika kau tidak dapat apa-apa aku akan membantumu memintal (kain)’.”Masya Allah…Milikilah sifat Qana’ah -suka menerima- / jiwa selalu merasa cukup.Biasanya Wanita (Istri) sering TERJEBAK pd KEINGINANnya tuk terlihat Cantik dgn Pakaian yg Serba Mahal.Janganlah menjadi jurang dosa bagi Suamimu.

Wanita shalihah akan mendorong Suaminya kpd kebaikan,keta’atan sedangkan wanita kufur akan menjadi pendorong bagi suaminya untuk berbuat dosa,kemakshiatan.CUKUPKAN DIRI DGN YG HALAL&BAIK. Ukuran Rizki itu terletak pada keberkahannya, bukan pada jumlahnya.


[Kitab al-Mujaalasah wa Jawaahirul ‘Ilm (5/252) karya Abu Bakr Ahmad bin Marwan ].

Kunci Kesabaran

Kunci kesabaran itu ada dua kata kuncinya walaupun dirangkai dalam satu ayat. 

Surat Al Baqarah ayat 155-156. 

وَلَنَبۡلُوَنَّكُم بِشَىۡءٍ۬ مِّنَ ٱلۡخَوۡفِ وَٱلۡجُوعِ وَنَقۡصٍ۬ مِّنَ ٱلۡأَمۡوَٲلِ وَٱلۡأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٲتِ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٥٥) ٱلَّذِينَ إِذَآ أَصَـٰبَتۡهُم مُّصِيبَةٌ۬ قَالُوٓاْ إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّآ إِلَيۡهِ رَٲجِعُونَ

Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar. Siapakah orang-orang yang sabar? Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang besar, curahan rahmat Allah dan hidupnya dibimbing oleh Allah. Dua, Innalillahi Wainailaihi Rojiun. Sesungguhnya, kami adalah milik Allah dan kembali kepada Allah.

Jadi, kemampuan orang untuk tidak merasa memiliki, tidak merasa dimiliki kecuali hanya milik Allah, itu pintu pertama sabar. Dan yang kedua, kemampuan kita lepas dari bersandar kepada siapapun selain bersandar hanya kepada Allah, itu kunci sabar. Sepanjang masih merasa ini milik saya. Sepanjang masih merasa ada selain Allah yang bisa menolong saya, sulit untuk mendapatkan karunia sabar. Dalam penghujung surat Al Baqarah. Lillahi maa fissamaawaati wa ma filard, milik Allah segala yang ada di langit segala yang ada di bumi. Semua yang ada pasti adalah ciptaan Allah. Kalau Allah yang mencipta, maka itu pasti milik Allah. Kalau itu milik Allah, siapa yang mengurus? Allah.

Diri kita ciptaan Allah, diri kita milik Allah, diri kita diurus oleh Allah setiap saat. Kita tidak bisa mengurus diri kita karena kita tidak tahu apa yang harus diurus. Sedikiiiit. Paling mandi, keramas, gunting kuku. Untuk ngorek kotorang kuping saja sudah susah. Belum lagi yang di dalem. Jantung, paru-paru, empedu, 100 triliun sel tubuh ini. Manusia ini dijumlahkan cuma 6 miliar lebih. 

Tubuh ini 100 triliun sel. Banyak triliun itu. Dan tiap sel hidup, berkomunikasi, punya generator sendiri, punya sistem keamanan, punya sistem informasi. Tiap sel! Kurang lebih ada 200 jenis sel katanya di dalam tubuh ini dan tidak tertukar. Semuanya! Bergerak, berkomunikasi, hidup, mati, bila sebagian sel mati ganti lagi dengan sel baru. Siapa yang ngurus? Allah



Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )
Beliau adalah pengasuh pondok pesantren Daarut Tauhiid Bandung – Jakarta.

Monday, October 13, 2014

Sebab-Sebab Pengampunan Bag. 2

Diantara sebab-sebab pengampunan (lanjutan):
Kesebelas: Banyak Berdzikir kepada Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,
وَأَقِمِ الصَّلَاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ
“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang berdzikir.” [Hûd: 114]

Kedua Belas: Bertaubat
Allah Jalla Jalâluhû  berfirman,
وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Apabila orang-orang, yang beriman kepada ayat-ayat Kami, datang kepadamu, katakanlah, ‘Salâmun ‘alaikum ‘keselamatan atas kalian’.’ Rabb kalian telah menetapkan kasih sayang atas diri-Nya, (yaitu) bahwa barangsiapa di antara kalian yang berbuat kejahatan lantaran kejahilan, kemudian bertaubat setelah mengerjakan hal itu dan mengadakan perbaikan, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Al-An’âm: 54]

Ketiga Belas: Menjaga Diri di Atas Jalan Petunjuk
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di atas jalan petunjuk.” [Thâhâ: 82]

Keempat Belas: Memurnikan Ibadah Hanya untuk Allah ‘Azza Wa Jalla, Tiada Sekutu bagi-Nya
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
وَالَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلَمْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ أُولَئِكَ سَوْفَ يُؤْتِيهِمْ أُجُورَهُمْ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasul-Nya serta tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka (para rasul), kelak Allah akan memberi pahala kepada mereka. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nisâ`: 152]
Allah juga menjelaskan ucapan sekelompok jin, yang telah beriman kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sebagaimana dalam firman-Nya,
يَا قَوْمَنَا أَجِيبُوا دَاعِيَ اللَّهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ
“Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, dan berimanlah kepada-Nya. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kalian dan melepaskan kalian dari adzab yang pedih.” [Al-Ahqâf: 31]
Makna keimanan dalam dua ayat di atas adalah pemurnian ibadah hanya kepada Allah tanpa menodai ibadah itu dengan kesyirikan.

Kelima Belas: Mengikuti dan Mencontoh Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
“Katakanlah, ‘Jika kalian (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah saya. Niscaya Allah mengasihi kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian.’ Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Âli ‘Imrân: 31]

Keenam Belas: Beradab kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam dan Sunnah Beliau
Allah Jalla Jalâluhû berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَى لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suara mereka di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang hati mereka telah Allah uji untuk bertakwa. Bagi mereka, ampunan dan pahala yang besar.” [Al-Hujurât: 3]

Ketujuh Belas: Bertakwa kepada Allah dengan Cara Menjalankan Segala Perintah dan Meninggalkan Segala Larangan-Nya
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberi furqan kepada kalian, menjauhkan kalian dari kesalahan-kesalahan kalian, dan mengampuni (dosa-dosa) kalian. Dan Allah Maha mempunyai karunia yang besar.” [Al-Anfâl: 29]

Kedelapan Belas: Berucap yang Lurus dan Baik
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا (70) يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang lurus nan baik. Niscaya Allah memperbaiki amalan-amalan kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang menaati Allah dan Rasul-Nya, sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” [Al-Ahzâb: 70-71]

Kesembilan Belas: Takut kepada Allah ‘Azza Wa Jalla
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,
إِنَّمَا تُنْذِرُ مَنِ اتَّبَعَ الذِّكْرَ وَخَشِيَ الرَّحْمَنَ بِالْغَيْبِ فَبَشِّرْهُ بِمَغْفِرَةٍ وَأَجْرٍ كَرِيمٍ
“Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Yang Maha Pemurah, walaupun dia tidak melihat-Nya. Maka, berilah kabar gembira kepada mereka dengan ampunan dan pahala yang mulia.” [Yâsîn: 11]
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman pula,
إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ بِالْغَيْبِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Rabb mereka, walaupun dia tidak melihat-Nya, bagi mereka ampunan dan pahala yang besar.” [Al-Mulk: 12]

Kedua Puluh: Bertawakkal kepada Allah Jalla Jalâluhû
Allah Jalla Jalâluhû berfirman,
نَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka yang, bila disebut nama Allah, gemetarlah hati-hati mereka, dan apabila ayat-ayat-Nya dibacakan, bertambahlah iman mereka (karena hal itu), dan hanya kepada Rabb mereka, mereka bertawakkal. (Yaitu), orang-orang yang mendirikan shalat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh ketinggian beberapa derajat, di sisi Rabb mereka, serta ampunan dan rezeki (nikmat) yang mulia.” [Al-Anfâl: 2-4]
Ayat-ayat di atas menyebut bahwa berdzikir, rasa takut, bertawakkal, mendirikan shalat, dan berinfak adalah sebab pengampunan dosa.

Kedua Puluh Satu: Bersyukur atas Segala Nikmat Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
وَإِنْ تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا إِنَّ اللَّهَ لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
“Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tak dapat membilangnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [An-Nahl: 18]

Demikian beberapa sebab pokok dari berbagai sebab pengampunan. Selain itu, banyak amalan yang merupakan sebab pengampunan yang belum sempat dijelaskan di sini, yakni menyempurnakan wudhu, mengerjakan shalat fardhu, shalat Rawatib, dan shalat Lail, berpuasa sunnah, berjihad, berakhlak mulia, berdzikir saat mendengar adzan, mengamini bacaan Al-Fatihah, menunaikan dzikir setelah shalat, berzakat, mengerjakan haji mabrur, membangun masjid, mengajarkan kebaikan kepada manusia, dan sebagainya.[1]


Sumber : http://dzulqarnain.net/sebab-sebab-pengampunan-bag-2.html

Sebab-Sebab Pengampunan Bag.1

Di antara hal terpenting bagi seorang hamba guna menggapai pengampunan Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ  adalah mengetahui berbagai amalan dan tuntunan yang menjadi sebab gugurnya dosa dan datangnya pengampunan.
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang jujur, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu’, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang menjaga kehormatannya, serta laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan ampunan dan pahala yang besar untuk mereka.” [Al-Ahzâb: 35]
Allah ‘Azza Wa Jalla  juga berfirman,
وَإِنِّي لَغَفَّارٌ لِمَنْ تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدَى
“Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap di atas jalan petunjuk.” [Thâhâ: 82]
Dua ayat di atas menjelaskan tiga belas amalan yang, siapa saja yang mengerjakan dan bersifat dengan amalan tersebut, dijanjikan pengampunan untuknya.

Pertama: Keislaman
Berislam adalah berserah diri kepada Allah dengan cara menunaikan ibadah hanya untuk-Nya, mengikatkan diri melalui ketaatan kepada-Nya, serta berlepas diri terhadap segala jenis kesyirikan dan pelakunya.
Barangsiapa yang menegakkan makna keislaman ini, dalam bentuk melaksanakan rukun-rukun Islam dan berbagai hal yang menyempurnakan rukun-rukun tersebut, sungguh pengampunan dan pahala yang besar telah terjamin untuknya sebagaimana firman Allah ‘Azza Wa Jalla dalam surah Al-Ahzâb tadi.
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman pula,
وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Siapakah yang perkataannya lebih baik daripada orang yang menyeru kepada Allah, beramal shalih, dan berkata, ‘Sesungguhnya saya termasuk ke dalam golongan orang-orang yang berserah diri.’?” [Fushshilat: 33]
Pedihnya siksaan pada hari kiamat menjadikan orang-orang kafir berangan-angan untuk menjadi seorang muslim yang aman terhadap siksaan.
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
رُبَمَا يَوَدُّ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوْ كَانُوا مُسْلِمِينَ
“Orang-orang kafir itu (nanti di akhirat) seringkali ingin agar kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang muslim.” [Al-Hijr: 2]

Kedua dan Ketiga: Keimanan dan Amalan Shalih
Allah ‘Azza Wa Jalla berfirman,
فَالَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ
“Maka orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.” [Al-Hajj: 50]

Keempat: Qunut (Tenang dalam Ketaatan)
Allah ‘Azza Wa Jalla memuji mereka, orang-orang yang qunut, dalam firman-Nya,
أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الْآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ
“(Apakah kamu, wahai orang musyrik, yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah pada waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (adzab) akhirat dan mengharap rahmat Rabb-nya? Katakanlah, ‘Adakah sama antara orang-orang yang mengetahui dan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [Az-Zumar: 9]
Istri-istri Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam yang memiliki sifat ini telah diberi jaminan oleh Allah ‘Azza Wa Jalla berupa pahala berdasarkan firman-Nya,
وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا
“Dan barangsiapa di antara kalian (istri-istri nabi) yang qunut kepada Allah dan Rasul-Nya dan beramal shalih, niscaya Kami memberi pahala dua kali lipat kepadanya dan Kami menyediakan rezeki yang mulia baginya.” [Al-Ahzâb: 31]

Kelima: Kejujuran
Kejujuran adalah benar dalam ucapan dan perbuatan, bersungguh-sungguh dalam hal menjalankan perintah dan menjauhi larangan.
Dalam kisah tentang tiga orang shahabat yang tidak menghadiri perang Tabuk, Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ menerima taubat mereka lantaran kejujuran mereka. Kemudian, kejujuran mereka ini menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman, yang hidup pada masa setelah mereka, sebagaimana firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur.” [At-Taubah: 119]

Keenam: Kesabaran
Kesabaran, dengan berbagai jenisnya –sabar dalam hal menjalankan ketaatan, sabar dalam hal meninggalkan larangan, dan sabar dalam hal menerima ujian-, adalah salah satu sebab penggugur dosa.
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
إِلَّا الَّذِينَ صَبَرُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ
“Kecuali orang-orang yang bersabar dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka itu memperoleh ampunan dan pahala yang besar.” [Hûd: 11]

Ketujuh: Khusyu’
Khusyu’ adalah ketenangan, tuma’ninah, dan hal merendahkan diri yang muncul karena adanya rasa takut kepada Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ dan karena merasa diawasi oleh Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ.
Ini adalah sifat para nabi, yang senantiasa mendapat pengampunan.
Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ
“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan baik, dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas. Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” [Al-Anbiyâ`: 90]

Kedelapan: Bersedekah
Allah menyatakan bahwa diri-Nya Maha Pengampun kepada orang-orang yang bersedekah melalui firman-Nya,
إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ. لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ
“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka secara diam-diam dan terang-terangan, mereka mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugikan. (Hal ini) agar (Allah) menyempurnakan pahala mereka kepada mereka dan menambah karunia-Nya kepada mereka. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” [Fâthir: 29-30]
Selain itu, Allah Subhânahû Wa Ta’âlâ berfirman,
إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
“Jika kamu meminjamkan pinjaman yang baik kepada Allah, niscaya Allah melipatgandakan balasan hal itu kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun.” [At-Taghâbûn: 17]

Kesembilan: Berpuasa
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan karena keimanan dan hal mengharap pahala, akan diampuni untuknya dosa­-dosanya yang telah lalu.” [1]

Kesepuluh: Menjaga Kemaluan terhadap Hal yang Diharamkan
Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ يَضْمَنْ لِيْ مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang memberi jaminan bagiku untuk menjaga sesuatu yang berada di antara kedua jenggotnya dan di antara kedua pahanya, saya memberi jaminan surga untuknya.” [2]

Bersambung… ke http://www.teknoislam.com/2014/10/sebab-sebab-pengampunan-bag-2.html

Sumber : http://dzulqarnain.net/sebab-sebab-pengampunan-dosa-bag-1.html

Seputar Hari-Hari Tasyriq

Hari-hari Tasyriq merupakan hari-hari yang sangat agung. Itulah hari-hari yang disebutkan dalam firman Allah ‘Azza wa Jalla,
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ
“Dan berdzikirlah kalian (dengan menyebut nama) Allah dalam beberapa hari yang berbilang.” [Al-Baqarah: 203]
Yang dimaksud dengan “beberapa hari yang berbilang” dalam ayat adalah hari-hari Tasyriq. Beberapa ulama menyebut bahwa tidak ada silang pendapat tentang hal tersebut.
Yang dimaksud dengan hari-hari Tasyriq adalah tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Tasyriq berarti memanasi sesuatu di bawah terik matahari. Disebut ­demikian karena, pada hari-hari itu, manusia memotong kemudian menjemur daging hewan qurban dan sembelihan mereka di bawah terik matahari.

Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga menjelaskan tentang hari-hari Tasyriq ini. Dari Nubaisyah Al-Hudzaly radhiyallâhu ‘anhu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,
 أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ ، وفي رواية ، وَذِكْرٍ لِلَّهِ
“Hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum,” dalam sebuah riwayat (disebutkan), “Serta (hari-hari) berdzikir kepada Allah.” [1]
Hadits di atas menunjukkan tiga perkara:
Pertama, hari-hari Tasyriq adalah hari-hari makan dan minum serta untuk menampakkan kegembiraan, kesenangan, dan melapangkan pemberian kepada anak dan keluarga. Tidak mengapa bila seseorang agak meluas dalam mengonsumsi daging dan makanan selainnya sepanjang perbuatan tersebut tidak tergolong ke dalam bentuk berlebihan, mubadzir dan pemborosan harta.
Kedua, hari-hari Tasyriq adalah hari-hari untuk memper­banyak dzikir kepada Allah, baik dzikir secara umum maupun dzikir secara khusus dalam bentuk memperbanyak takbir, tahlil, dan tahmid. Walaupun disyari’atkan dalam segala keadaan, dzikir pada hari-hari Tasyriq lebih ditekankan dan dianjurkan. Oleh karena itu, seorang muslim hendaknya memanfaatkan waktunya sebaik mungkin pada hari-hari tersebut dan jangan terseret oleh arus kebiasaan jelek kebanyakan manusia, yang menghabiskan waktunya pada hari­-hari mulia dengan hal yang tidak berguna, bahkan tidak jarang menghabiskan waktunya dengan mengerjakan dosa dan maksiat.
Ketiga, hari-hari Tasyriq, sebagaimana ‘Idul Fitri dan ‘Id An-Nahr, adalah waktu yang diharamkan untuk berpuasa. Siapa saja yang biasa berpuasa senin-kamis, puasa Dâwud, atau puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15) tidak diperbolehkan melakukan rutinitas tersebut. Namun, siapa saja yang menunaikan ibadah haji dengan cara haji tamattu’, kemudian tidak mampu menyembelih hadyu (sembelihan haji, disebut dengan dam menurut istilah orang-orang Indonesia), diperbolehkan untuk ber­puasa pada hari-hari Tasyriq berdasarkan hadits lbnu Umar dan Aisyah radhiyallâhu ‘anhum bahwa keduanya berkata,
 لَمْ يُرَخَّصْ فِيْ أَيَّامِ التَّشْرِيقِ أَنْ يُصَمْنَ ، إِلاَّ لِمَنْ لَمْ يَجِدِ الْهَدْيَ
“Tidak seorang pun yang diberi keringanan untuk berpuasa pada hari-hari Tasyriq, kecuali bagi siapa saja yang tidak mampu (menyembelih) hadyu.” [2]

Tulisan dari : dzulkarnain.net 
Tulisan Asli : http://dzulqarnain.net/seputar-hari-hari-tasyriq.html

Wednesday, August 13, 2014

Poligami Menurut Saya

Tdk ada dalam AL Quran dikatakan kalau mau poligami pilih yg jelek atau janda atau budak .. Yg ada nabi mencontohkan bahwa dari semua istrinya hanya satu yg masih gadis saat dinikahi yaitu Aisyah RA , beliau termasuk yang tercantik dan dinikahi nabi sebagai istri ketiga ! Sebelumnya ada Khadijah RA yang merupakan janda dan pengusaha sukses kaya (tdk harus susah toh ) dan yg kedua namanya Saudah binti Zam'ah ( janda tua ditinggal mati suami dan miskin ) . Jadi ada 3 contoh bisa kaya bisa janda bisa tua bisa gadis dan bisa cantik...

Untuk poligami pun sebenarnya juga tdk perlu ijin . Serius , suami punya hak untuk menikah lagi dengan alasan apa pun. Karena dengan menikahi lebih dari 1 perempuan maka dia menjadi penanggung hidup muslim yg lebih banyak, menutupi lebih banyak celah nafsu, dan memberikan pelajaran ikhlas dan adil yg lebih banyak .. Sedangkan alasan perasaan itu apalagi kata2 cinta adalah hal semu hasil metamorfosis ego plus nafsu manusia. Ujungnya adalah dominasi. Tidak bisa dijadikan sandungan dari hak laki kaki menikah lebih dari 1 perempuan, tapi ingat itu hak bukan kewajiban . Sunnah saat itu menghasilkan kebahagiaan dan kesalehan untuk keluarga ya terbentuk beserta keturunannya . Tapi kalau si lelaki tau tdk bisa bertanggung jawab , adil dan penuh kasih sayang mending jangan karena bisa berujung  masalah dunia akhirat juga.

Karena tujuan menikah bukan itu. Bukan memiliki banyak wanita untuk menutupi nafsu berlebihan,  Tujuannya membesarkan agama Allah dengan keturunan saleh yang dibina hingga menjadi keluarga Islam yang sakinah warrahmah mawaddah. Kalau dengan 1 istri itu terwujud ngapain cari lebih ? Karena risiko juga ada , satu perempuan dan keturunannya akan menjadi tanggung jawab dunia akhirat, apalagi kali banyak heheh 

( hasil diskusi malam ini, menurut kacamata saya sendiri ) 

Thursday, July 03, 2014

Mengapa No 2 Dan Bukan No 1

Kenapa saya memilih Jokowi - JK ?

1. Pasangan Yang berbeda Untuk Indonesia

Hampir seluruh pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dari pertama sampai sekarang adalah Jokowi dan JK adalah anti tesa dari Pasangan sebelumnya. Kemudian kenapa saya memilih, karena di setiap masa Presiden sebelumnya masalahnya sama yaitu birokrasi berbelit, semua kebijakan top-down tidak berpihak ke rakyat kecil, pejabat dan kaum borju semakin kaya dan aman tapi berbalik nasibnya untuk masyarakat kecil yang semakin tertekan , presiden dan cenderung semua pejabat dulu sampai sekarang semua memiliki fasilitas berlebihan , semua sifat yang saya benci ada pada mereka semua. Saya memilih Jokowi dan JK karena mereka berdua berbeda dengan semua patron presiden, wapres, dan pejabat menteri terdahulu. Dan karena mereka berawal dari orang biasa dan ketika menjadi pejabat juga tidak berubah, maka saya meyakinkan diri saya dan Anda yang belum memilih, untuk memilih No 2 Jokowi-JK untuk Indonesia yang bersahabat dengan rakyat kecil, bermanfaat, tidak punya masalah dalam hidupnya , sederhana sehingga saya tidak khawatir akan terlibat korupsi dan masalah haram lainnya.

2. Civil vs Militer

Saya (pribadi) sejak dahulu tidak terlalu suka dengan orang militer. Jujur, militer tidak bakalan cocok memimpin masyarakat dan struktur sipil. Militer disediakan oleh undang2 sejak awal sebagai fasilitas bela negara. Ujung2 nya perang, fisik. Dalam setiap pelatihan pun pasti minimal 50:50 fisik dan mental, apa teori berfikir civilian bisa valid dari sini ? . Oleh karena itu saya menghormati militer untuk di area mereka sendiri, kembali ke khittah nya saja biar kita tidak sering melihat kekerasan. Ingat didalam Islam kekerasan hanya berlaku untuk musuh agama, dan musuh agama yang telah datang mengintimidasi sampai ke "dalam pekarangan rumah kita". Jokowi JK bukan militer, jadi sikap militansi buruk atau baik pasti sulit kita temukan pada keduanya. Karena pendekatannya civilian, maka besar harapan saya (dan mudah mudahan Anda) kita tidak akan menemukan pendekatan fisik, pemikiran militansi dalam semua masalah yang akan kita hadapi bersama nantinya. Semua solusi akan berbasis sipil. Kecuali tentunya menghadapi ancaman musuh negara dan musuh agama, maka peran militer bisa kita "panggil" kembali.

3. Latar Belakang

Dengan berlatar belakang pengusaha, yang berarti mengerti tingkat kesulitan level masyarakat mayoritas, maka kita boleh berharap pasangan Jokowi JK akan lebih mudah meresapi kesulitan dan kepentingan rakyat. Saat itu terjadi maka akan jauh lebih mudah memberikan jalan keluar dari hal tersebut dengan terlebih dahulu pasangan ini sudah tahu masalah2 tersebut.Jokowi dan JK memulai usaha dan masih eksis sampai sekarang. Catatan tersedniri untuk bapak Jusuf Kalla, bahwa usaha beliau sudah multi bisnis mulai yang "true business" sampai ke pendidikan dan yayasan sosial sudah berjalan lebih dari 60 tahun, dengan landasan syariat agama Islam yang beliau peluk , dan bahkan didalam Buku kesepakatan Kerja antara perusahaan beliau dengan karyawan secara eksplicit disebutkan bahwa landasan bekerja kami adalah aturan agama yang kental. Ini sekaligus jawaban atas banyaknya kampanye negatid pihak2 yang mempertanyakan niat pasangan No 2 ini, seperti kolom agama dalam KTP, mengangkat menteri Agama dari golongan Islam minoritas, saya yakin ini tidak akan terjadi.

4. Team Yang Mendukung

Saya adalah pecandu intelegensia. Boleh dikatakan bahwa salah satu hal yang membuat adrenalin saya berkobar adalah saat mengetahui ada orang berbicara di depan saya dan dia lebih pintar/cerdas dari saya. Kecerdasan bukan cuman masalah IQ (sorry bukan black campaign yah) , kecerdasan itu terdiri dari IQ, EQ dan SQ . Tidak perlu lagi saya jelaskan, akan tetapi sosok Jokowi dan JK adalah sosok yang mumpuni kecerdasannya, pun mereka yang berada di belakan pasangan ini. Sebut saja, Anis Baswedan, Dahlan Iskan, Ibu Khofifah Indar Parawansa, Nusron Wahid (Ketua Anshor) , Ganjar Pranowo, mereka adalah orang2 yang cerdas bahkan sebelum merka terjun ke partai Politik (yang biasanya bikin orang jadi oon heheh) . Coba tengok ke sebelah, ada kualitas ini tidak ? Bukankah mereka di sebelah itu hanya terkenal karna kasus saja ? Terkenal karena iklan saja, terkenal karena jadi timses saja ?

Dan karena Nobody is Perfect, maka pendukung ini harus kita lihat juga, karena tidak mungkin hanya Jokowi JK berdua yang akan mengurusi bangsa ini selanjutnya (Insya Allah) tapi as a team. So, mengapa saya memilih No 2 Jokowi JK ? Salah satunya adalah orang yang terlibat dibelakang mereka.

5. Karena Saya Tidak Memilih No. 1

Tidaklah adil sepertinya kalau saya hanya memberikan argumen mengapa saya memilih No.2 tanpa saya tidak berargumen mengapa saya tidak memilih no.1. Insya Allah ini bukan gibah, kata teman2 pendukung No 1 mereka tidak ber-gibah melainkan memberikan pencerahan dan panduan agar tidak berbuat kesalahan tanggal 9 Juli minggu depan.

Baiklah ini pencerahannya :

1. No.1, mengusung kandidat Presiden yang berlatar belakang militer dan secara konstitusi militer punya masalah dengan HAM. Anda boleh berteriak, mencaci, atau pun berkelit memberikan dokumen, tapi apapun itu, adalah konstitusi militer Indonesia sendiri dengan sepengetahuan Presiden aktif yang mengeluarkan Surat Pengunduran/Penon-Aktifan (whatever) terkait SubOrdinate Action tersebut. Saya tidak mungkin memilih presiden dengan latyar seperti ini .

2. Saya tidak suka (pribadi nih) pemimpin yang berbicara besar, seperti teriak bentak-membentak. So saya tidak memilih “dia”. Most genius man ever was a silence man.

3. Ca-Wapres yang diusung orangnya cerdas, tapi tidak konsisten. Bicara mengenai hukun, bisa dengan lantang “ Jangan tajam kebawah tumpul keatas “ tapi tersandung hal sama di keluarganya. Bagaimana saya bisa memberikan amanah ke orang ini ?

4. Dalam debat Pasangan no1 ini selalu berbicara masalah global masalah ide, tapi tidak pernah bicara solusi langsung. Berarti memang mereka berfikir besar. Akan tetapi dengan berfikir besar, maka yang akan menjalankan practical solution nantinya adalah team nya .. nah lo …. team mereka sayangnya adalah sekelompok praktisi politik dengan gerbong partai yang punya kepentingan “bersama”. Sebut saja, hampir sebagian besar terkait dengan KPK, hampir semua punya permasalahan yang sama terhadap hukum, dan mostly bagi saya mereka memilih No 1 hanya karena kepentingan pribadi dan politik. Mereka adalah kumpulan pejabat dan politikus bergaya sama dengan kata2 saya diawal tulisan ini. Jadi pasti saya tidak ikut lah dengan No 1 ini.

5. Para timses mereka di dunia maya hanya mengangkat negatif dan black campaign. Tidak creative, bahkan sayangnya membawa-bawa agama, Tuhan dan segala atribut religius untuk mengangkat derajat kelompoknya dan menistakan lawan politik. Ini yang membuat saya ill-feel dan muak.

Jadi, tentukan pilihan Anda, Saya Sudah, dan Saya Pilih Jokowi – JK , No 2 untuk Indonesia Hebat dan bermartabat !

Razmal Djamal

Thursday, June 12, 2014

Persiapan Menyambut Ramadhan

Tidak Berpuasa Mendekati Ramadhan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْمَ

“Janganlah ada salah seorang di antara kalian yang melakukan puasa sehari atau dua hari menjelang Ramadhan kecuali bagi orang yang memiliki kebiasaan puasa (sunnah) maka boleh baginya untuk puasa pada hari itu.” (HR. Bukhari [1914] dan Muslim [1082] dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, ini lafazh Bukhari).
an-Nawawi menjelaskan bahwa di dalam hadits ini terdapat penegasan hukum terlarangnya mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya bagi orang yang tidak berbenturan hari itu dengan kebiasaannya untuk berpuasa (sunnah) atau dia tidak menyambungnya dengan hari-hari sebelumnya. Maka apabila dia berpuasa tanpa disambung dengan hari sebelumnya atau bukan menjadi kebiasaannya maka hukumnya haram puasa pada hari itu. Inilah pendapat yang benar dalam pandangan beliau berdasarkan hadits ini, dan juga berdasarkan hadits lain yang diriwayatkan dalam Sunan Abu Dawud dan yang lainnya,
إِذَا اِنْتَصَفَ شَعْبَان فَلَا صِيَام حَتَّى يَكُون رَمَضَان
“Apabila bulan Sya’ban sudah mencapai pertengahan maka tidak ada puasa sampai datang bulan Ramadhan.” …” (HR. Abu Dawud [1990] dengan lafazh ‘janganlah berpuasa’, al-Minhaj, 4/418-419).
Hadits yang disebutkan oleh an-Nawawi di atas bersumber dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan diriwayatkan oleh As-habu as-Sunan dan disahihkan oleh Ibnu Hiban dan yang lainnya (Fath al-Bari, 4/152). Hadits tersebut juga disahihkan oleh Syaikh al-Albani dalam Takhrij Misykat al-Mashabih [1974] dengan lafazh ‘janganlah berpuasa’, Shahih wa Dha’if Sunan Abi Dawud [2337] dan Shahih al-Jami’ [397].
Namun, Imam Ahmad mengatakan tentang derajat hadits ini sebagaimana yang dinukil oleh Abu Dawud, “Ini adalah hadits yang mungkar. Abdurrahman bin Mahdi tidak menuturkan hadits melalui dia (anaknya, yaitu Al-’Alla’, pen)” (Disebutkan oleh al-Baihaqi dalam Ma’rifat as-Sunan wa al-Atsar [2589]).
Oleh sebab itu Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan bahwa hadits tentang larangan berpuasa setelah pertengahan bulan Sya’ban adalah lemah. Beliau menyandarkan pendapatnya itu kepada Imam Ahmad yang melemahkan hadits ini. Kalaupun haditsnya sahih, maka larangan itu hanya sebatas makruh saja sebagaimana yang dianut oleh sebagian ulama, kecuali bagi orang yang sudah terbiasa mengerjakan puasa (sunnah) maka dia boleh berpuasa meskipun sudah melewati pertengahan Sya’ban, wallahu a’lam (lihat Syarh Riyadhush Shalihin, 3/394).
Apabila ada orang yang sudah terbiasa mengerjakan puasa sunnah pada akhir bulan maka tidak mengapa dia mengerjakan puasa itu di akhir bulan Sya’ban. Kalaupun dia sengaja meninggalkan kebiasaannya -karena khawatir terkena larangan berpuasa sehari atau dua hari menjelang Ramadhan- maka hendaknya dia menggantinya sesudah bulan Ramadhan berakhir. Kompromi hadits seperti ini dikemukakan oleh Ibnu al-Munayyir dan al-Qurthubi, sebagaimana dinukil oleh al-Hafizh Ibnu Hajar (Fath al-Bari, 4/269-270). Kompromi serupa juga disampaikan oleh an-Nawawi dari al-Mazari (al-Minhaj, 4/502).
Hal itu berdasarkan hadits sahabat Imran bin Hushain radhiyallahu’anhuma berikut ini,
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ هَلْ صُمْتَ مِنْ سُرَرِ هَذَا الشَّهْرِ شَيْئًا يَعْنِي شَعْبَانَ قَالَ لَا قَالَ فَقَالَ لَهُ إِذَا أَفْطَرْتَ رَمَضَانَ فَصُمْ يَوْمًا أَوْ يَوْمَيْنِ شُعْبَةُ الَّذِي شَكَّ فِيهِ قَالَ وَأَظُنُّهُ قَالَ يَوْمَيْنِ
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada seorang lelaki, “Apakah kamu berpuasa pada akhir-akhir bulan ini?” Yaitu bulan Sya’ban. Maka dia menjawab, “Tidak.” Maka Nabi berkata kepadanya, “Apabila kamu sudah selesai mengerjakan puasa Ramadhan nanti berpuasalah sehari atau dua hari.” Keragu-raguan itu berasal dari ucapan Syu’bah. Namun dia mengatakan, “Aku kira beliau mengatakan dua hari.” (HR. Bukhari [1983] dan Muslim [1161] ini adalah lafazh Muslim)
Oleh karena itu Bukhari menyebutkan hadits di atas di bawah bab yang beliau beri judul ‘ash-Shaum min aakhiri syahr’ (Berpuasa di akhir bulan). az-Zain bin al-Munayyir mengatakan : Bukhari menyebutkan kata ‘bulan’ tanpa menyertakan namanya. Meskipun yang terdapat dalam riwayat menunjukkan bahwa bulan yang dimaksud dalam hadits adalah bulan tertentu yaitu Sya’ban. Ini merupakan isyarat darinya bahwa puasa tersebut tidak khusus berlaku di bulan Sya’ban saja. Bahkan, dari hadits ini bisa dipetik pelajaran yaitu disunnahkannya mengerjakan puasa di setiap akhir-akhir bulan agar hal itu menjadi kebiasaan bagi seorang mukallaf (orang yang dibebani syari’at). Sehingga tidaklah terdapat pertentangan antara kandungan hadits ini dengan larangan mendahului Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari, sebab dalam hadits itu Nabi bersabda, “Kecuali bagi orang yang sudah biasa puasa (sunnah) maka silakan dia berpuasa.” (sebagaimana dikutip oleh Ibnu Hajar dalam Fath al-Bari, 4/268).
Memperbanyak Puasa Sunnah di Bulan Sya’ban
Aisyah radhiyallahu’anha mengatakan,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ حَتَّى نَقُولَ لَا يُفْطِرُ وَيُفْطِرُ حَتَّى نَقُولَ لَا يَصُومُ فَمَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْتَكْمَلَ صِيَامَ شَهْرٍ إِلَّا رَمَضَانَ وَمَا رَأَيْتُهُ أَكْثَرَ صِيَامًا مِنْهُ فِي شَعْبَانَ
“Dahulu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa sampai-sampai kami mengira beliau tidak akan berbuka. Dan beliau juga pernah tidak berpuasa sampai-sampai kami kami mengira beliau tidak akan berpuasa. Tidaklah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyempurnakan puasa dalam waktu sebulan penuh kecuali di bulan Ramadhan. Dan aku tidak pernah melihat beliau lebih banyak berpuasa -di luar bulan Ramadhan- melainkan ketika bulan Sya’ban.” (HR. Bukhari [1969, 1970, dan 6465] dan Muslim [1156]).
al-Hafizh Ibnu Hajar menerangkan bahwa maksudnya dahulu Nabi biasa berpuasa (sunnah) di bulan Sya’ban maupun bulan yang lainnya, namun puasa sunnah yang beliau lakukan di bulan Sya’ban lebih banyak daripada di luar bulan itu (Fath al-Bari, 4/249). Beliau juga mengatakan bahwa di dalam hadits tersebut terdapat dalil tentang keutamaan berpuasa di bulan Sya’ban (Fath al-Bari, 4/250).
Hadits ini tidak bertentangan dengan hadits sebelumnya yang menyebutkan larangan mendahului puasa Ramadhan dengan puasa sehari atau dua hari. Keduanya dapat dikompromikan, yakni larangan itu ditujukan kepada orang yang tidak biasa melakukan puasa (sunnah) pada hari-hari tersebut (Fath al-Bari, 4/250). Para ulama mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak berpuasa sebulan penuh selain di bulan Ramadhan agar hal itu (puasa sunnah di setiap bulan) tidak dikira sebagai sebuah kewajiban (al-Minhaj, 4/489).
Oleh sebab itu, ketika ditanya tentang puasa di bulan Sya’ban Syaikh Ibnu Utsaimin menjawab bahwa hal itu adalah sunnah, dan memperbanyak puasa di bulan itu sangat dianjurkan. Bahkan para ulama mengatakan bahwa perumpamaan puasa Sya’ban itu seperti halnya shalat sunnah rawatib yang menyempurnakan shalat-shalat wajib (Fatawa Arkan al-Islam, hal. 491).
Berpuasa Bersama Pemerintah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
الصوم يوم تصومون، و الفطر يوم تفطرون، و الأضحى يوم تضحون
“Puasa adalah hari ketika kalian berpuasa bersama. Hari raya idul fitri juga di hari ketika kalian berhari raya bersama. Kurban juga di hari ketika kalian berkurban bersama.” (HR. Tirmidzi [693] dan Ibnu Majah [1660] dinyatakan sanadnya jayyid oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah [hadits ke-224], Sahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi [697], dan Shahih al-Jami’ [3869] dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).
at-Tirmidzi mengatakan setelah membawakan hadits di atas,
وفسر بعض أهل العلم هذا الحديث فقال: إنما معنى هذا، الصوم والفطر مع الجماعة وعظم الناس
“Sebagian ulama menafsirkan hadits ini dengan mengatakan : sesungguhnya makna dari ungkapan tersebut adalah berpuasa dan berhari raya (hendaknya) bersama dengan masyarakat (jama’ah) dan kebanyakan orang.” (Sunan At-Tirmidzi, Bab ma jaa’a annal fithra yauma tufthiruun wal adh-ha yauma tudhahhuun).
Abul Hasan as-Sindi mengatakan setelah menyebutkan hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan oleh Tirmidzi di atas, “Yang tampak ialah bahwa maksudnya perkara-perkara ini bukan wewenang setiap orang. Mereka tidak boleh menyendiri dalam melakukannya (hari raya, puasa, dan kurban, pen). Akan tetapi urusan itu harus dikembalikan kepada imam (pemimpin/pemerintah) dan jama’ah (masyarakat Islam di sekitarnya). Sehingga wajib bagi setiap individu untuk mengikuti ketetapan pemerintah dan masyarakat. Berdasarkan hal ini, apabila ada seorang saksi yang melihat hilal dan pemerintah menolak persaksiannya maka dia tidak boleh menetapkan perkara-perkara tersebut untuk dirinya sendiri. Dia wajib untuk mengikuti masyarakat dalam melaksanakan itu semua.” (Hasyiyah as-Sindi ‘ala Ibni Majah, hadits 1650. asy-Syamilah).
Syaikh Ibnu Utsaimin mengatakan, “Apabila pemerintah sudah mengumumkan melalui radio atau media yang lainnya mengenai ditetapkannya (masuknya) bulan (hijriyah) maka wajib beramal dengannya untuk menetapkan waktu masuknya bulan dan keluarnya, baik ketika Ramadhan atau bulan yang lain. Karena pengumuman dari pemerintah adalah hujjah syar’iyyah yang harus diamalkan. Oleh sebab itulah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dahulu memerintahkan Bilal untuk mengumumkan kepada masyarakat penetapan (awal) bulan agar mereka semua berpuasa karena ketika itu masuknya bulan telah terbukti di sisi beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beliau menjadikan pengumuman itu sebagai ketetapan yang harus mereka ikuti untuk melakukan puasa.” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 16).
Kisah yang disebutkan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin terdapat di dalam Sunan at-Tirmidzi dengan lafazh,
عن ابن عباس قال: “جاء أعرابي إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: إني رأيت الهلال، فقال: أتشهد أن لا إله إلا الله؟ أتشهد أن محمدا رسول الله؟ قال: نعم، قال: يا بلال أذن في الناس أن يصوموا غدا”.
Dari Ibnu Abbas, dia berkata : Seorang arab Badui datang menemui Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu mengatakan, “Saya telah melihat hilal.” Nabi pun mengatakan, “Apakah kamu bersaksi bahwa tidak ada ilah (yang haq) selain Allah? Apakah kamu bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah?”. Dia menjawab, “Iya”. Nabi lantas berkata, “Hai Bilal, umumkanlah kepada orang-orang agar mereka berpuasa besok.” (HR. Abu Dawud [1993], Tirmidzi [627], Al-Hakim dalam Mustadrak [1491] dan lain-lain). Namun hadits ini lemah sebagaimana dinyatakan oleh Syaikh al-Albani di dalam Shahih wa Dha’if Sunan at-Tirmidzi [691], Dha’if Sunan Ibnu Majah [364], al-Irwa’ [907], Dha’if Sunan an-Nasa’i [121/2112], Dha’if Sunan Abu Dawud [507/2340, 508/2341]. asy-Syamilah).
Meskipun demikian, terdapat hadits lain yang sahih serta menunjukkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan hal yang serupa (yaitu menerima persaksian satu orang saksi dalam menetapkan masuknya bulan puasa dan mengumumkan kepada umat bahwa hari berikutnya puasa). Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma mengatakan,
تراءى الناس الهلال فأخبرت النبي صلى الله عليه وسلم أني رأيته فصام وأمر الناس بصيامه
“Orang-orang berusaha untuk melihat hilal, aku pun memberitahukan kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa aku telah melihatnya. Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan orang-orang untuk mengerjakan puasa pada hari itu.” (HR. Abu Dawud [2342] dan lain-lain. al-Hakim menyatakan hadits ini sahih sesuai dengan kriteria Muslim, hal itu juga disepakati oleh adz-Dzahabi. Disahihkan al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil, 4/16. Hadits 908).
Kapan mulai puasa?
Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَصُومُوا وَإِذَا رَأَيْتُمُوهُ فَأَفْطِرُوا فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
“Apabila kalian telah melihatnya (hilal Ramadhan) maka puasalah. Dan apabila kalian telah melihatnya (hilal Syawal) maka berhari rayalah. Kalau langit tertutup (mendung atau yang lain) maka genapkanlah bilangannya.” (HR. Bukhari [1900] dan Muslim [1080]).
Beliau juga menegaskan di dalam hadits lain,
لَا تَصُومُوا حَتَّى تَرَوْا الْهِلَالَ وَلَا تُفْطِرُوا حَتَّى تَرَوْهُ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاقْدُرُوا لَهُ
“Janganlah kalian berpuasa hingga kalian melihat hilal. Dan janganlah kalian berhari raya hingga kalian melihatnya. Kalau langit tertutup dari pandangan kalian maka genapkanlah.” (HR. Bukhari [1906] dan Muslim [1080] dari sahabat Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma).
Yang dimaksud dengan ‘genapkanlah’ adalah sebagaimana disebutkan di dalam riwayat Muslim dan yang lainnya yaitu maknanya genapkanlah bilangan (bulan Sya’ban) menjadi tiga puluh hari (Fath al-Bari, 4/141-142).
Hal ini juga dipertegas oleh Nabi dalam hadits Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ
“Berpuasalah karena melihatnya, dan berhari rayalah karenanya. Dan kalau ia tersamar dari pandanganmu maka genapkanlah bilangan Sya’ban menjadi tiga puluh hari.” (HR. Bukhari [1909]).
Oleh sebab itu an-Nawawi menegaskan bahwa makna ‘genapkanlah’ di dalam hadits tersebut adalah menggenapkan bilangan bulan menjadi tiga puluh hari. itulah pendapat Imam Malik, Syafi’i, Abu Hanifah dan mayoritas ulama Salaf (terdahulu) dan Khalaf (belakangan). Bahkan mereka mengatakan, “Tidak boleh menafsirkannya dengan perhitungan para ahli perbintangan. Sebab kalau segenap umat manusia dibebani untuk melaksanakannya niscaya akan menyempitkan mereka, karena tidak ada yang memahaminya kecuali segelintir orang saja. Padahal ajaran syari’at hanya diterangkan dengan hal-hal yang bisa dipahami oleh kebanyakan di antara mereka.” (al-Minhaj, 4/415).
Dengan demikian ada 2 cara yang bisa ditempuh untuk menetapkan masuknya bulan Ramadhan :
  1. Dengan melihat hilal. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam ayat (yang artinya), “Maka barangsiapa di antara kalian yang melihatnya hendaklah dia berpuasa.” (QS. al-Baqarah [2] : 185). Syarat diteimanya persaksian melihat hilal adalah : saksi tersebut sudah baligh, berakal, muslim, terpercaya beritanya berdasarkan sifat amanahnya dan keahlian yang dia miliki, adapun anak kecil maka kesaksiannya belum bisa diterima
  2. Dengan menggenapkan jumlah bilangan hari di bulan sebelumnya (Sya’ban) menjadi tiga puluh hari, karena bulan Qamariyah tidak akan lebih dari 30 hari dan tidak mungkin kurang dari 29 hari (lihat Majalis Syahri Ramadhan, hal. 15-17).
Yang dimaksud ‘jangan berpuasa kecuali setelah melihatnya’ bukan berarti semua orang harus melihat hilal, namun yang dimaksud adalah ada sebagian di antara mereka yang telah melihatnya, minimal 1 orang menurut jumhur dan minimal 2 orang menurut pendapat ulama yang lain. an-Nawawi menyatakan bahwa pendapat yang benar satu orang saksi sudah cukup untuk menetapkan masuknya bulan Ramadhan (Fath al-Bari, 4/144, lihat juga Al-Minhaj, 4/416).
Semoga risalah singkat ini bermanfaat. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa sallam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.

Hikmah Ilmu Menjelang Ramadhan

Wariskan anak anak kita ilmu dan hikmah , jangan harta dan kebanggaan . Harta dan kebanggaan ada expire date nya . Ilmu senantiasa berkembang, mencari ruang dan mengisi kekosongan . Ilmu menjadi alat untuk mencapai segalanya , menyeimbangkan hati dan menajamkan pikiran .

Ilmu menjadi pembeda antara orang pintar dan orang cerdas, antara orang logis dan realis, antara orang egois dan sosialis , antara orang baik dan yang merasa baik , antara orang jahat dan yang merasa jahat , antara religius dengan fasikun .

Ilmu , akan menerangi alam kubur , menjadi pondasi tumbuh untuk semua kebaikan . Ilmu baik itu duniawi dan ilmu agam merupakan satu satunya jalan melepaskan ketergantungan manusia pada harta dan tahta , menjadi jangkar yang menahan manusia saat akan terbawa arus lingkungan atau saat terombang-ambing karena cobaan .

Ilmu akan membuat kita di rindukan , sebaliknya tidak berilmu membuat kita dilupakan .

Ilmu akan membuat banyak kawan dan akn membuat manusia yang berniat buruk menjauh .

Ilmu akan mempererat hubungan keluarg dan sahabat , menularkan kebiasaan baik dan otomatis mengusir yang berbahaya .

Ilmu itu peta , penunjuk jalan , Pelita, dan sekaligus pena untuk menuliskan visi hidup kemudian meraihnya .

Ilmu itu dari Allah , esensi Allah , dan berdoalah agar setiap hari kita diberikan setetes setetes agar sempat belajar , menguasai dan memahami .

Karena tidaklah manusia berilmu kecuali sangat sedikit ..

Susah tidur ..
Razmal .

Monday, April 14, 2014

Daftar Dokter Praktek Spesialis di Makassar

Banyak masyarakat di kota Makassar yang mengeluhkan bahwa mereka tak mengetahui alamat dokter praktek spesialis di Kota Daeng ini . Nah,sebagai sesama warga masyarakat Masyarakat sudah seharusnya membantu mereka .Berikut daftar dokter spesialis di Kota Makassar:
 
1.Dokter Spesialis Gigi
· Prof.H.M. Dharma Utama, Ph.D,SP
Jalan Yos sudarso no .213 Apotek Sofia
· drg.Baharuddin MR,Sp. Ort( Orthodontist)
Jalan Urip Sumoharjo no 123/242 apotek Blessing Farma Makassar
2. Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin
· Dr. Margaretha
Jalan Banda no 20 Makassar
· Dr.dr.Faridha S.Ilyas,Sp.KK
Jalan Toddopuli Raya,Tlp:0411-450770
· Dr.H. Anis I Anwar ,Sp. KK
Jalan Andalas no 160 Makasssar
· dr.Siswanto Wahab ,SP.KK
Apotek Hers Jalan Singa no. 25 Makassar
3. Dokter Spesialis Bedah
· dr. H.Syakir ,Sp.B
Jalan Urip Sumoharjo no 47 Apotek Matura Indah
. dr. Audy Husain, Sp.B
Jalan Rusa 2 Makassar no telepon 0411 873 410
. dr. Bahrun, Sp.B
Ruko Villa Surya Mas B1 A/2 no telepon 0411 435 350
.dr. Daniel Uisal , Sp.B
Jalan Veteran Utara No 12 no telepon 0411 361 0008
. dr. Kipasanang Akemah, Sp.B
Jalan Andalas no 30 no telepon 0411 361 6790
.dr. Muhammad Muchlis,Sp. B
Jalan Kancil Utara no 39 no telepon 0411 854 302
. dr. Ronal E Lusikooy, Sp. B
Jalan Dr. Sam Ratulangi no 28 no telepon 0411 505 5110
. dr. Septiman, Sp.B
Jalan Cendrawasi no 96 no telepon 0411 854 587
.dr. Sumantri, Sp.B
Jalan Sultan Hasanuddin no 46 no telepon 0411 361 7110
4. Dokter Spesialis Paru-Paru
dr. Handoko Tjondrosusilo, Sp.P
Jalan Sungai Saddang no 46 Makassar no telepon 0411 852 234
dr. Muh Junus ,Sp. P
Jalan Tinumbu  no 72 a no telepon 0411 361 0504
dr.M.Harun iskandar ,Sp.P, Sp.PD.K-P
Jalan abd.Dg.Sirua. No 110.A Makassar
· Dr. H. Faridhin HP ,Sp .PD –KR
Jalan Abd Daeng Sirua No 430 Makassar
Telepon:0411-466-1373
5. Dokter Spesialis Kandungan
· dr Nasruddin ,Sp.OG
Apotek RSIA Khadijah 1 jalan Kartini
· dr Anugerah Andini Sp. OG
Jalan Kandea 2 No 117 Makassar
· Dr Telly Tessy ,Sp .OG (K)
Jalan Pelita Raya A.28/7
· Dr H. Eddy R. Moeljono ,Sp.OG.kfer
Jalan Timah IV A 28/18
· Dr Nusratuddin, Sp.OG
Jalan Urip Sumoharjo RS Awal Bros
6. Dokter Spesialis THT
· Dr.Fajar Perkasa ,Sp.THT-KL (K)
Jalan Sungai Tangka no 33 Makassar telpon 0411-3624267
· dr Jane Mary.C,SP
Jalan Sungai Carekang no 46 Makassar
· Prof dr Kadir,Sp.THT,Ph.D Mars
Apotek Asahi Farma ,Jalan Diponegoro no 128 telepon 0816253509
· dr. Trining Dyah,Sp.THT –KL
Jalan Gunung Merapi no 22 RS Mitra Husada telepon 0411-3619066
7.Dokter Spesialis Anak
· dr .Ema alasiry ,Sp.A.IBCLC
Jalan cumi-cumi no 26 Makassar
· Prof.dr Djauhariah .A.M,Sp.A (K)
Jalan Sungai Saddang No 68
8.Terapis Wicara
· Hariana Hamid,A.Md.TW
RS Mitra Husada JlN Gunung Merapi no 22 telepon 0411-319066 (081380922862)

9.Dokter Spesialis Umum
· Dr.G. Kunar Abadi
jalan Slamet Riyadi n0 12
10. Dokter Spesialis Syaraf
· Dr . Muh.Akbar ,Sps,Ph.D
Jalan S.Carekang –Klinik Budi Bhakti
· Dr.Hj.Jumraini Tamasse,Sp.S
Klinik 24 Jam Inggit Medika ,BTP Blok I NO 33 Makassar telepon 0411-584415

11. Dokter Spesialis Penyakit Dalam
· dr. H. Faridhin HP ,Sp .PD –KR
Jalan Abd Daeng Sirua No 430 Makassar
Telepon:0411-466-1373
.dr Daniel ,Sp.Pd
Jalan Sungai Saddang No 46
No telepon 0411 852 234
.dr. Sudirman, Sp.Pd
Jalab Wolter Monginsidi no 61
No telepon 0411- 859 237
. dr.  Jimmy Gunardi Tanzil, Sp.Pd
Jalan Gunung Lompobattang no 135
No telepon 0411  362 1459
. dr. Rifai Aminuddin, Sp.Pd KGEH
Jalan Durian No 27
No telepon 0411 851 601
. dr.  Wewengkang Hand, Sp.PD
Jalan Sungai Carekang 50
No telepon 0411 362 2463

Untuk informasi pemuatan tempat prakter dokter dapat menghubungi 0411-440-222/0811-462-222.Semoga informasinya bermamfaat ya!( Sumber : Harian Fajar)

Semoga Membantu

Thursday, March 06, 2014

Persepsi Mengenai Bekerja, Ibadah Dan Rezeki

Assalamu Alaikum Wr Wb

Dear Pembaca Budiman ..

Hari ini saya mencoba berdiskusi dengan pembaca, mengenai persepsi kita semua, atau lingkungan dan keluarga kita mengenai bekerja dan hubungannya dengan rezeki.


Bekerja Untuk (adalah ) Ibadah

Setiap manusia di ciptakan dengan tujuan tunggal yaitu untuk beribadah hanya kepada Allah SWT (QS : Adz-Dzaariyaat (51 ayat 56) ) Dengan tujuan tersebut, kita bisa sebut sebagai Visi kita untuk menjalani hidup. Misi kita secara explicit disebutkan dalam AlQuran adalah untuk menjadi Khalifah ( Surat al-Baqarah: 30 ) di muka bumi. Mewakili Sang Empunya Alam Semesta mengurusi bumi dan kehidupan sebaik mungkin. Menjadi masing masing pemimpin dalam lingkup terkecil (diri sendiri) sampai terbesar (Pemimpin Negara).

Visi hanya untuk beribadah secara logis mengatakan bahwa segala sesuatu dengan diniatkan baik dengan niat ibadah, maka akan dinilai ibadah.  Bekerja adalah proses yang bukan hanya proses mencari nafkah materi saja, tapi juga untuk memenuhi khittah visi dan misi manusia sebagai mahluk ciptaan Allah SWT. Bekerja dengan niat sebagai visi ibadah dengan bismillah dengan niat memenuhi kebutuhan materi keluarga, dengan sebaik mungkin, dengan sejujur dan semaksimal mungkin, bernilai ibadah penuh.

Ibadah, adalah amalan dengan pahala. Berimplikasi terhadap kemakmuran dan kesejahteraan duniyaa wal akhirah .

Rezeki

Setiap mahluk terlahir dengan membawa 3 hal yang pasti dalam kehidupan di dunia.

1.  Kapan Mahluk Tersebut Meninggal (mati).
2.  Takdir Baik dan Takdir Buruk.
3.  Rezeki sejak bernafas sampai berhenti bernafas.

Kematian telah dituliskan, dan tidak bisa di maju-mundurkan. beberapa kupasan dalam Al Qura'an mengenai amalan untuk memperpanjang umur adalah murni hak Sang Pemberi umur, apakah itu punya pengaruh benar atau tidak, kita hanya punya kewajiban yakin saja, jika hal itu memang di riwayatkan dalam Al Quran, atau ddalam riwayat hadist nabi yang kuat.

Kematian adalah rahasia, yang setiap detik ada kemungkinan terjadi. Kita hanya berusaha agar saat kematian terjadi kita ada di tempat yang baik, dan sedang melakukan amalan baik. Tentunya amalan yang diniatkan atau memang ibadah.

Takdir baik dan takdir buruk adalah salah satu hal yang menjadi rukun Iman buat kita pemeluk Islam. Menurut saya Takdir itu adalah sesuatu yang telah lewat baru saja. Sebelum itu terjadi kita belum bisa mengatakan itu takdir ( sebenarnya yang belum terjadi adalah planning dan berusaha, serta tawakkal ) . Takdir punya banyak cabang dengan ujung yang sama. Cabang tersebut bisa pendek panjang bengkok, berputar jauh atau memotong dekat ke arah tujuan kejadian yang di takdirkan.

Rezeki, terletak dalam lingkaran takdir tadi. Sejak lahir kita sudah di takdirkan oleh jumlah rezeki yang jadi milik (titipan) kita . Secara rahasia rezeki itu tersebar disepanjang takdir hidup kita tadi. Titik titik dan besaran rezeki yang bisa kita dapatkan per satu waktu, bergantung pada usaha kita mendapatkannya (Bekerja, tawakkal, berdoa). Makanya ada manusia bisa dalam satu waktu mendapatkan banyak rezeki (pekerja berbasis kontrak/proyek), ada yang sedikit tapi konstan ( gajian ), ada yang banyak , sering, tapi di akhir hidup dimiskinkan, dikerjar kejar dan di penjara (korupsi) naudzubillahi..

Di dalam rezeki kita jelas ada rezeki orang lain . Mungkin anak, istri, orang tua, tetangga, yatim dan fakir miskin. Rezeki seperti airn yang mengalir dalam sebuah saluran , bisa selang bisa pipa ledeng . Selang dan pipa mewakili usaha kita, termasuk benar tidak usaha tersebut . Tapi tetap saja rezeki itu harus berputar. Aliran air dalam selang atau pipa tidak akan deras masuk, apabila bagian ujung keluarnya di tutup rapat, dalam artian tidak ada sedekah, tidak ada sumbangan, zakat dan sebagainya.

Bahkan dalam beberapa kasus selang atau pipa yang ditutup rapat dengan arus air yang terus dipaksakan akan membuat selang dan pipa bocor sana-sini, menetes sana sini, bahkan lebih extrem meledak, meluap lepas, dan tidak tersisa. Keadaan ini yang membuat kita saat pelit, kurang zakat bisa berakibat rezeki hilang mendadak melalu bencana. Mungkin kecurian, sakit keras, atau bencana kebakaran, banjir , dan gempa.

Flow rezeki mesti benar, agar rezeki itu lancar dan tidak merusak wadahnya.

Jika demikian penjelasannya berarti Bekerja tidak berbanding lurus dengan rezeki , karena rezeki sudah ada. Benar. Tidak ada hubungan langsung. Anda bekerja 2 kali dapat 2 rezeki. Karena rezeki itu sudah pasti ada. Bisa dari usaha, atau dari orang lain, atau pemberian. Bekerja dalah usaha membuat rezeki itu stabil dan konstan, atau berhubungan seberapa banyak rezeki dalam satu waktu. Tapi, walau tanpa bekerja ada tetap rezeki yang kita dapatkan. Contohnya Udara, air, dan kesehatan.

Bekerja hanya mempertahankan rezeki itu menjadi stabil grafik naik turunnya.

Mengais rejeki dengan cara halal berfungsi untuk itu. Kalau bekerja dengan cara salah, tetap saja rejeki itu masuk, tapi menjadi balik ke kupasan rusaknya pipa akibat rejeki yang di manajemen dengan salah.

Wallahu Alam.
Hanya pendapat pribadi.

Wassalam Alaikum Wr Wb






Monday, February 03, 2014

Artikel menarik IT Management

Berikut , artikel menarik mengenai IT Managemen Dalam Bahasa Indonesia.
Konsep IT Didalam Perusahaan
http://itmindo.com/2014/02/03/konsep-it-dalam-perusahaan-1/

Tuesday, January 21, 2014

Adsense versi Indonesia AdsenseCamp

Hello Readers !

Setelah di banned tanpa alasan (really sucks) oleh Adsense-nya Google, bahkan setelah 10 tahun nge-blog, maka dengan penuh semangat saya berupaya mencari pengganti Adsense, agar traffik di blog saya yang ber-PR 4 ini bisa dimaksimalkan untuk menghasilkan duit.

Akan tetapi berbulan-bulan mencari , saya malah beberapa kali terjebak ke bisnis PPC (payPerClick) yang aneh, juga beberapa Adsense-Services-Like, yang ternyata iklannya hanya tayang di luar Indonesia.

Otomatis, jika konten blog ini 80% konten berbahasa Indonesia , maka saya harus mencari solusi Paid Publisher bercitarasa Indonesa. Guest what, i've finally found it !

ADSENSECAMP

AdsenseCamp adalah service anak bangsa , yang persis dengan Adsense punya Google (meski saya khawatir dengan paten google terhadap kata "adsense", semoga saja tidak), bahkan dari beberapa hal jauh lebih mudah dan menjanjikan.

Apa saja keunggulannya ?

1.   Kemudahan pendaftaran. AdsenseCamp, tidak butuh syarat PR=1 minimal seperti Google. Juga tidak butuh berapa lama Anda nge-blog. Langsung klik untuk Sign Up pada logo berikut :

  Adsense Indonesia

2. Tidak rumit, dan tidak peduli terhadap konten blog Anda (jika orientasi Anda cuman duit dan bukan kualitas blog/web) . Tidak akan melakukan pengecekan terhadap konten. Inti dari AdsenseCamp hanya berapa kali iklan ditampilkan, atau berapa kali iklan di-klik.

3.  Langsung transfer ke rekening Bank Anda. Menerima rekening Bank Mandiri, BCA, dan BNI juga PayPal.  Bisa juga memberi batasan minimal dana yang akan di transferkan berdasarkan hasil penayangan iklan.

Sejauh ini saya fully recommended, untuk blogger pemula, atau juga blogger kawakan yang bermusuhan dengan Adsense hehhehe..

Silahkan di coba !


  Adsense Indonesia

Monday, January 20, 2014

Apa Yang Dimaksud Backlink Berkualitas?


Apa Yang Dimaksud Backlink Berkualitas? Tentunya anda sudah tahu bahwa backlink adalah link dari website atau blog lain yang mengarah kepada blog anda. Backlink merupakan sumber poin luar biasa untuk mendapatkan ranking di Google. Ada beberapa parameter yang digunakan untuk memberi nilai pada sebuah backlink, jadi mari kita lihat kriteria itu satu per satu:

Backlink Harus Dofollow Bukan Nofollow
Sebuah link disebut backlink jika link tersebut dofollow. Jika nofollow, maka link itu sebenarnya sama sekali bukan backlink. Apalagi Google akan benar-benar mengabaikan semua link dengan rel tag nofollow dalam perhitungan poin sebuah halaman.
Di luar sana banyak isu yang mengatakan nofollow juga memberi poin. Hanya saja setelah saya membaca eksperimen pelempar isu ini, dan membandingkan dengan pengalaman sendiri. Saya lebih memilih untuk memutuskan percaya kepada pernyataan Google, bahwa Nofollow tidak akan menolong apapun dalam hal peringkat.

SAYA MERALAT PERNYATAAN SAYA DI ATAS....
Benar adanya bahwa NOFOLLOW sama sekali tidak memberikan poin apapun kepada halaman web kita. Tapi sepertinya Google tidak sepenuhnya terbuka dalam hal ini. Ternyata setelah beberapa eksperimen saya melihat bahwa NOFOLLOW tetap dibutuhkan....

Ternyata banyak blog dengan mayoritas backlink dofollow justru tidak menunjukkan performa yang maksimal, dan setelah ditambahkan backlink nofollow, barulah halaman web tersebut menunjukkan peningkatan performa. Sepertinya Nofollow dibutuhkan sebagai indikator bahwa pertumbuhan backlink kita itu alami.

Terlalu banyak dofollow justru mempertegas bahwa kita adalah blog yang melakukan link building. Jadi sebaiknya mulai sekarang, apapun tipe halamannya, pasang saja backlink saudara....

Backlink Berkualitas Dari Situs Berotoritas
Ini adalah sesuatu yang tentu sangat sulit anda dapatkan. Semakin tinggi otoritas sebuah situs semakin selektif mereka dalam memilih rekanan link mereka. Anda akan sangat beruntung sekali jika ada situs dengan pagerank 4 ke atas dan alexa rank 150.000 ke bawah yang berkenan memberi link kepada anda dari berandanya, terlebih lagi pada sidebarnya.

Backlink Berkualitas Dari Halaman Pagerank Tinggi
Paling malas kalau mendengar seseorang mengatakan dapatkan backlink dari situs pagerank tinggi. Padahal link itu ada di halaman yang tidak ada pageranknya. Percuma saja homepagenya PR6, kalau link anda ada di halaman PR0 dari blog itu. Karena yang dihitung sebagai poin anda adalah poin pada halaman itu dan bukan poin dari homepagenya.

Jadi apakah tidak perlu memasang backlink jika halaman itu PR0? Tetap perlu. PR0 bukan berarti poin halaman itu 0. Bisa jadi poin halaman itu sebenarnya 0.5 atau berapa saja, jika dibagi jumlah outbound linknya, dan nilainya masih cukup bagus, maka pasang saja.

Backlink Berkualitas Dari Halaman Dengan Sedikit Outbound Link
Bayangkan jika anda mencari link dari sebuah halaman yang sudah memiliki 300 link lebih. Itu berarti poin yang akan dapatkan harus dibagi dengan 300 lebih pembagi. Apakah dibagi rata? Tentu saja tidak. Itu tergantung lagi di mana posisi dari link anda.
Jadi jika anda mencari link dari sebuah halaman web, pastikan anda melihat tidak terlalu banyak link pada halaman itu. Jumlah link yang bisa diterima antara 100-150 link, jika sudah lebih dari itu maka nilainya akan sangat kecil. Tapi nilai kecil itu tidak akan jadi masalah jika anda bersedia mencari backlink yang banyak.

Posisi Menentukan Nilai
Nilai sebuah link yang dipasang pada posisi sebelum artikel lebih baik dari link yang dipasang pada posisi setelah artikel. Bahkan jika link A berada tepat di atas Link B, sudah akan membuat nilai link A lebih baik dari nilai link B. Jadi beruntunglah pelaku tukaran link jika anchor textnya berawalan huruf A. Mereka akan mendapatkan poin lebih banyak daripada pengguna anchor text berawalan B, C, D, dan seterusnya.

Anchor Text Harus Sesuai Kata Kunci
Tentu saja ini sangat penting dalam optimisasi SEO anda. Kata kunci dalam anchor text bisa menjadi vote poin yang sangat bernilai bagi sebuah blog atau website. Begitu kuatnya anchor text ini sampai sebuah halaman tanpa kata "Mesin Jahit" sekalipun bisa menjadi juara pada kata "Mesin Jahit" bila puluhan ribu anchor text yang mengarah ke halaman itu menggunakan kata "Mesin Jahit".
Jadi itulah ciri-ciri backlink berkualitas, tapi .... simpan saja itu sebagai pengetahuan. Anda tidak akan pernah mempunyai cukup backlink jika anda memperhitungkan semua faktor di atas. Cari saja backlink yang banyak dan konsisten setiap hari. Dari sekian banyak backlink yang anda dapatkan, pasti akan ada beberapa yang cukup berkualitas. Setidaknya 50% dari faktor di atas bisa melekat pada backlink-backlink tersebut.

Dari Blog SEO rekan "Ricky Pratama"
http://trikmudahseo.blogspot.com/2012/06/apa-yang-dimaksud-backlink-berkualitas.html

Blogger Atau Wordpress Yang Lebih Baik Untuk SEO?


Saya cukup sering menerima masukan bahwa terkadang artikel saya sangat panjang sehingga membuat pusing yang masih pemula. Itu sebenarnya karena saya mau membuat pembahasan yang cukup lengkap, tapi karena blog ini dibuat untuk membantu teman-teman, jadi saya akan mencoba membuat pembahasan-pembahasan singkatnya dan saya akan memulai dari Blogger atau Wordpress yang lebih baik untuk SEO.

Blogger atau Wordpress yang dominan untuk SEO?

Perlu teman-teman ketahui bahwa yang namanya mesin pencari itu tidak mengenal "jenis kelamin" blog. Semuanya diperlakukan sama sebagai halaman web. Jadi yang perlu anda lakukan saat memilih platform manapun adalah anda mampu untuk mengedit theme atau template dari blog anda sehingga memenuhi standar kualitas mesin pencari.

Apa standar Kualitas SEO dari Google?

Sebenarnya blog ini dibuat untuk membahas itu, dan karena SEO itu melibatkan banyak faktor maka akan terlalu panjang jika di jawab di sini. Anda bisa membaca rangkuman SEO dari beranda blog trikmudahseo ini dan mulai menyesuaikan blogspot ataupun wordpress anda dengan standar SEO yang sudah saya bahas.

Apa Kelebihan dan Kelemahan Blogspot?

Kelebihan Blogspot sebenarnya ada pada faktor gratis tapi semua fitur tersedia, dan itu yang pertama. Blogspot juga lebih mudah dipahami bagi pemula karena tampilannya lebih user friendly. Oleh karena itu banyak pemula yang memulainya dengan blogspot.
Mengedit template blogspot menjadi SEO friendly juga bisa jadi relatif mudah, karena panduannya cukup banyak di dunia maya. Hanya saja dalam hal pengembangannya cukup terbatas. Tidak sefleksibel dari Wordpress.

Apa Kelebihan dan Kelemahan Wordpress?

Tentu kebalikan dari yang di atas. Kalau anda mau memanfaatkan semua fitur Wordpress maka anda harus melakukan hosting. Cukup banyak yang mencari hosting gratis, tapi saya sendiri belum pernah mencoba hosting gratis apakah cukup aman atau sering bermasalah....

Kelebihan dari Wordpress adalah fungsi theme yang sangat fleksibel. Peluangnya nyaris tak terbatas untuk membuat fungsi apapun yang anda ingin tampilkan selama anda menguasai PHP untuk mengeditnya. Tapi fleksibilitas ini justru menjadi bumerang bagi pemula, karena fleksibilitas ini membuat theme yang tersedia menjadi sangat beragam. Sehingga pemula yang ingin melakukan edit theme bisa cukup kesulitan.
Jadi blogspot itu praktis dan gratis, sedangkan wordpress itu fleksibel dan memberi anda kendali lebih besar. Tapi untuk SEO..... sama saja.

Dari Blog SEO rekan "Ricky Pratama"

Saturday, January 18, 2014

Video Perkenalan Bit Coin dalam Bahasa Indonesia



Diatas adalah video pada YoutUbe berisi perkenalan BitCoin dalam Bahasa Indonesia.

Friday, January 17, 2014

Bagaimana Cara Investasi BitCoin ?

Pembaca yang budiman ..

Booming BitCoin diawal tahun ini benar benar luar biasa. Setelah di bulan November tahun lalu, hanya berkisar  2,2 juta rupiah per 1 BitCoin , sekarang kurs terhadap Rupiah menyentuh angka  10 jutaan hampir menyentuh 11 juta rupiah.

Sebagaimana di artikel sebelumnya, BitCoin, yang awalnya hanya desain CryptoCurrency yang beredar di dunia maya, setelah salah satu bisnis online jual beli terbesar yaitu overstock.com mengakuinya sebagai alat pembayaran online, maka nilai tukar BitCoin melambung jauh dengan cepat.

Terus bagaimana kita dengan informasi ini bereaksi ? Bayangkan menurut beberapa ahli keuangan dunia, BitCoin dengan mudahnya akan mencapai nilai $100,000 /BitCoin !! Itu Sekitar  1 Milyar rupiah !

Kemudian bagaimana cara kita mendapatkan BitCoin ?
Ada beberapa cara :

1.   Menambang (Mining)
2.   Trading (Jual/Beli)

Saya tidak akan membahas bagaimana cara menambang BitCoin, itu membutuhkan satu artikel tersendiri saking rumitnya  hehhe

Kita akan membahas bagaimana menjadi trader BitCoin !

Cara pertama BELI !
Walau saat ini haga per-BitCoin mencapai 11 jutaan, kita tidak harus langsung membeli 1 buah BtCoin, saking mahalnya, BitCoin dijual secara pecahan desimal dibawah pembulatan 1. Anda bisa membeli BitCoin sebesar 0,00025 (Nilai kecil yang tidak terbatas) .

Dimana BELI ?

Check tempt-tempat berikut :

1.   https://www.bitcoin.co.id
2.   http://www.localbitcoins.com

Apa yang Perlu Di persiapkan ?

1.   BitCoin Wallet (Dompet Digital BitCoin)
2.   Duit

OK, silahkan di lanjut masing masing, semoga beruntung dengan Investasi BitCoin Anda !