Tuesday, July 03, 2012

Seri 1 : iOS Vs Android (OS)

Pagi Good Readers ..

Artikel kali ini akan mencoba membahas perbandingan (yang mungkin saja subjektif) mengenai 2 mobile device platform iOS buatan Apple. Untuk apa ? agar kita dapat menentukan saat akan membeli device, atau hanya sekedar tahu kondisi sebenarnya antara 2 system operasi mobile tersebut.


iOS


Juni 2012, OS Iphone berubah nama menjadi iOS. Huruf 'i' kecil memang selalu identik dengan perusahaan dari Cupertino ini. iOS adalah operating system yang sangat User Friendly, sangat mudah dan berkesan mewah denga desain dan tata letak widget yang simple. Ini tidak lepas dari tangan dingin mendiang Seteve Paul Jobs, pendiri sekaligus sumber ide kreatif terbesar dari Apple.

iOS berbasis system operasi DarwinOS yang notabene adalah turunan dari System operasi Unix. Di desain khusus untuk bekerja sempurna dengan device seperti iPod Touch, iPhone , iPad , dan sekarang melebur bersama operating system Apple lainnya berbasis desktop dan note book, maka jadilah OS Mountain Lion yang akan rilis akhir tahun ini.

Dasar iOS adalah kemudahan, dan kecepatan. Jadilah iOS menjadi standard kemudahan mobility system. Sudah sangat banyak yang mencoba "meniru" desain dengan model touch, rotate, pinch , dengan multi gesture system. Akan tetapi tidak ada yang bisa bersaing langsung dengan iOS, sampai muncul sebuah operating system revolusioner, Google Android OS, atau yang lumrah disebut Android.

Tapi seperti semua hal , iOS juga punya kelemahan, walaupun bukan secara teknis. Mahal, tertutup dan cenderung tidak mengindahkan keinginan pasar adalah gaya dari Apple. Saat semua tablet menghadirkan koneksi USB , Apple tidak. Saat semua device Android bisa dengan bebasnya memainkan bermacam format video dan music files pada devicenya, Apple menetapkan hanya Format Mp4 dan M4V yang bisa, itupun dengan aturan yang sangat ketat. Ini yang menjadi bumerang, walaupun disisi lain dengan konsep seperti ini Apple terus memelihara dan mengembangkan jumlah pelanggan setia nya(cenderung fanatis, seperti saya hehehe).

Nilai Plus dari kondisi ini, kita akan sangat jarang menemukan sebuah aplikasi yang berjalan pada lingkungan besutan Apple menjadi crash , hang atau rusak. Melambat pun tidak, walaupun space dan storage sudah mendekati full, device Apple tetap smooth. Ini dikarenakan Apple menjaga ekosistem pengembangannya dengan ketat dan bersih dari berbagai macam kesalahan. Bahkan plugin sekelas Adobe Flash pun ditolak untuk masuk kedalam ekosistem ini. Ini membuat Apple tumbuh bersama ekosistem yang telah menjadi standard, kuat dan nyaman.

Android

Salah satu sahabat ddekat Steve Jobs yaitu Eric Schmidt, pada awal tahun 2009 keluar dari Apple, langsung masuk ke Google. Dan lansgung saja pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1 yang secara desaign sangat mirip dengan iOS, menggunakan gesture, multi touch, pinch dll. Android berbahan dasar linux kernel, sebuah operating system terbuka yang dikembangkan oleh Linus Torvalds tahun 1991.

Ini sempat memancing permusuhan antara Jobs dan mantan kawannya Schmidt. Jobs menuntut agar Android tidak di kembangkan karena menganggap ini adalah pencurian ide oleh Schmidt dan Google. Jobs sampai membahasakan bahwa akan menghabiskan sisa nafasnya untuk memerangi ketidak adilan itu. Tapi Google tidak bergeming, padaTahun 2009 itu juga merilis versi pertama Android dan di tahun itu pula tepatnya bulan Mei 2009 Android 1.5 Cup Cake dirilis.

Tahun 2010, Google bekerjasama dengan produsen handphone Samsung, merilis Samsung Galaxy Tab , sebuah tablet 7 inchi, yang kembali diolok-olok oleh Steve Jobs sebagai DOA Device (Dead On Arrival). Tapi sampai sekarang Android tetap meluncur dengan menghujani pasar berbagai segmen area dengan berbagai produk yang terus bertambah. Terakhir di tahun 2012 ini Samsung dan Google merilis Samsung S III Smartphone untuk bersaing langsung dengan iPhone 4S Apple.

Kekuatan Android adalah pada lisensi sumber kode terbuka (Open Source) . Dengan konsep ini maka semua pengembang dibolehkan mengembangkan aplikasi diatas device yang dipilih. Ini membuat aplikasi berbasis Android berkembang 3 kali lipat dibanding iOS (kuantitas). Membuat banyak vendor hardware dengan cepat memberikan dukungan. Tablet, Smartphone, bahkan TV dan peralatan Set Top Box dengan cepat berisi Android. Dan dengan cepat, Android mulai menggerogoti market dari Apple.

Dan , seperti Apple juga, Android punya sisi kelam / kelemahan juga. Dengan terlalu banyaknya pengembang, ekosistem, device, hardware, maka sangat susah untuk dibuatkan sebuah aturan baku untuk semua. Ini menyebabkan apabila pengembang memang belum pada tahap menguasai sepenuhnya Android kode, maka akan sering terjadi crash, hang, kelambatan loading Aplikasi dll. Coba Anda tanyakan pada rekan Anda yang menggunakan Android, saat banyak aplikasi berjalan, Anda online, tiba-tiba ada crash, maka biasanya butuh reboot device.

Demikian sedikit pembanding antar operarting system mobile ini. Untuk clue, Saya punya 4 device Apple, dan pernah punya 3 device Android  :)


Salam Hangat

1 comments :

kalo saya pribadi sih lebih suka ke iOS, karena ya eksklusifnya tersebut. Berbeda dg platform2 lainnya yg cenderung ingin berkecimpung di sela segmen. Apple konsisten bermain d segmen atas