Wednesday, May 02, 2012

Menghindari Credit Card Fraud

Salam Semangat rekan semua..

Pagi ini saya mencoba berbagi tips mengenai keamanan bertransaksi menggunakan kartu kredit.
Lumrah pada masa sekarang ini, transaksi online di lakukan, dan hampir 80 % transaksi online telah diamankan oleh perusahaan keamanan ternama untuk Online Tracsaction. Menurut saya, hal yang terjadi pada rekan kita ini adalah kecerobohan yang juga biasa kita lakukan dalam menggunakan kartu kredit. kesalahan seperti berikut :

1. Saat berbelanja, sering tidak mengawasi penggunaan kartu kredit saat melakukan pembayaran di kasir . Membiarkan penjaga toko atau kasir memegang kartu kredit berlama-lama tanpa pengawasan.

2. Saat makan di resto atau cafe, ini yang paling sering, karena keasyikan ngobrol dan hang-out, biasanya kita meminta bill saja pada pramusaji, kemudian saat memutuskan membayar menggunakan kartu kredit, kita malah memberikan kartu kredit kepada pramusaji, agar dia yang mewakili transaksi kita ke kasir (yang notabene tidak kita awasi seberapa lama pramusaji ini bertransaksi dengan kartu kita, atau malahj ke meja lain dulu untuk melayani customer lainnya).

3. Untuk beberapa keperluan memberikan FC timbal balik dari Kartu Kredit kita, untuk pengajuan kartu kredit lain/baru, kepada pihak yang bukan berhak (bahkan orang dari bank penerbit Kartu pun tidak berhak , kecuali untuk Card Center)

Ketiga hal ini yang akan membuka peluang terjadinya penyalahgunaan Kartu Kredit oleh orang lain . Ini seperti membiarkan pintu rumah tidak terkunci. Mengapa 3 hal itu bisa menimbulkan fraud ? Penjelasannya adalah sbb :

- Transaksi online, tidak bertatap muka langsung antara kita dengan perwakilan merchant. Yang mereka butuhkan hanyalah data pada Kartu Kredit, dan data alamat penagihan kita.

- Untuk melakukan transaksi, si maling hanya butuh data sebagai berikut :



  1. No Kartu Kredit (16 Angka terpisah 4, pada bagian depan kartu)
  2. Nama Lengkap Pemegang Kartu
  3. Expire date (Bulan/Tahun)
  4. Dan paling penting, CCV , 3 Angka terakhir pada bagian belakang, di samping Signature tape panel.
Mengapa yang ke 4 paling penting, karena no 1-3 akan selalu ada pada struk belanja/makan kita, jadi sangat mudah ditemukan dicatat dan digunakan, tapi CCV tidak pernah tercetak, karena CCV ini adalah pin saat akan melakukan transaksi belanja online.


Tips untuk menghindari data tersebut berpindah adalah sbb :


1.   Saat berbelanja dan akan membayar ke kasir, usahakan kita memberikan kartu saat si kasir akan menggesek saja. Saatu menggesek perhatikan apakah kasir tersebut membolak-balik kartu secara berlebihan, dan ada kesan menghafal, apalagi kalau sampai mencatat No kartu dan CCV, kasir biasanya hanya mencatat nomila belanja saja, kartu otomatis akan terbaca di mesin kasir dan mesin EDC Bank, jadi tidak ada alasan kasir mencatat informasi kartu kredit. Yang perlu dikakukan kasir adalah memeriksa tanda tangan pemakai saja inipun sangat jarang dilakukan. Jangan membiarkan kasir meninggalkan Anda, terus ikuti, terkadang ada kasir beralasan mesin EDC sibuk atau rusak, dan harus di gesek ke tempat lain(kasus departement store seperti carrefour, Hypermart dll). Terus ikuti dengan pengawasan seksama. Jangan sampai kasir melakukan fotocopy, atau memotret Kartu kredit timbal balik.


2.  Saat makan di resto atau cafe, jangan mewakilkan pembayaran ke pramusaji, dengan memberikan krtu kredit Anda. Pasti secara tidak sadar sambil ngobrol, kita tidak akan memperhatikan kapan dan berapa lama si pramusaji memegang kartu kredit sebelum menggesek pada EC kasir, atau setelah digesek. Apakah dia mencatat, atau memotret atau bahkan melakukan Fotocopy pada printer. Ini sangat berbahaya.


3.  Kalau memungkinkan, buat catatan pada HP atau Komputer yang di password, tentang data data tiap kartu kredit Anda termasuk CCV nya. Lalu jika kita masih malas melakukan pengawasan transaksi pada no 1, dan 2 diatas, Anda bisa menghilangkan 1,2 atau bahkan semua 3 angka pada Kartu kredit Anda. Transaksi EDC tidak membaca 3 angka ini, hanya saat transaksi Online saja. Jadi pun 3 angka ini tidak terbaca, maka tidak akan mengganggu transaksi langsung pada mesin EDC. Tinggal catat saja, saat kita butuh transaksi online baru kita masukkan data CCV ini.


Percayalah, belanja menggunakan kartun kredit orang sangat lah mudah. Jika kita berfikir , " Kalau mereka gunakan kan barangnya akan diantar sesuai alamat penagihan (alamat kita)'
TIDAK. Ada tricky trick yang bisa digunakan oleh frauder, yaitu meminta merchant transaksin seperti Amazon.com, memberlakukan barang curian itu sebagi "GIFT", hadiah dari Anda untuk si maling. Otomatis Amazon akan memberuikan form alamat pengiriman tambahan, selain alamat Anda, dan alamat tambahan ini akan di isikan alamat kos, alamat warnet si maling bersangkutan. Dengan menggunakan nama dari KTP yang bisa dibuat buat, jadi jika pengiriman lewat TIKI atau DHL, mereka bisa melakukan pengambilan langsung.

Jika hal ini sudah menimpa Anda, maka hal -hal yang perlu dilakukan adalah :


1.   Foto Copy tagihan terakhir Anda.
2.   Hubungi Pihak Bank, berikan penjelasan mengenai transaksi ilegal, dan minta transaksi itu dibalik kembali (dibatalkan).
3.   Jangan lakukan pembayaran sebelum taguhan clear.
4.   Bekukan kartu , sambil meminta kartu baru.


Demikian sedikit sharing mengenai Credit Card Fraud, semoga bisa membantu.




0 comments :