Sunday, May 26, 2013

JIL, FPI, #Indonesia Tanpa FPI dan #Indonesia Tanpa JIL

Assalamu Alaikum Wr Wb

Semoga Allah SWT melimpahkan rahmat keyakinan, dan rahmat keberanin kepada kita semua dalam Tauhid kita.

Secara resmi tulisan ini saya buat sebagai counter terhadap tulisan Sdr.Pandji Pragiwaksono (semoga tidak salah penyebutan nama) seorang seleb di tanah air, pria yang pintar, cerdas, kritis dan punya banyak kelebihan, kreatifitas dan energi (tentunya dari Allah SWT) yang dari kelebihannya tersebut (menurut saya) malah menjerumuskan diri secara sadar ke pemikiran yang berlawanan terhadap khittah kita sebagai mahluk beragama, sebagai Muslim, dan bahkan sebagai warga negara Indonesia.



Tulisan ini, saya buat setelah beberapa jam lalu membaca artikel pada blog saudara Pandji. Link lengkapnya adalah :

http://pandji.com/tanpajil/

yang bercerita tentang pendapat Sdr.Pandji mengenai FPI, JIL dan 2 lembaga / kelompok dengan hash tag yang ramai diberitakan yaitu #IndonesiaTanpaFPI dan #IndonesiaTanpaJIL.

Sebelum lebih jauh menulis ada beberapa hal yang perlu saya tekankan terlebih dahulu sesuai dengan struktur tulisan tersebut diatas.

Nama Saya Razmal Djamal. Saya seorang Manager IT (Information Technology) di Korporasi besar Bapak Jusuf Kalla yaitu Kalla Group berlokasi di Makassar.

Seorang Muslim yang belum sempurna, dan bukan penceramah, bukan Uztadz , juga bukan lebih baik dari pembaca yang budiman. Akan tetapi saya adalah seorang yang selalu berpatokan pada hukum agama saya yaitu Islam, untuk seluruh masalah baik dunia, apalagi akhirat, karena memang sesuai dengan pesan terakhir Nabiyullah Muhammad SAW, patokan dan dasar seorang muslim adalah Al Quran dan Hadist.



Komentar pertama saya terhadap artikel Sdr.Pandji adalah :

Pertama :

Seseorang akan dikomentari atau di cap memang sesuai dengan kesan yang dia tampilkan, atau paling tidak isi dan cara dia bertutur kata dan berpendapat. Saya saya tidak ingin dikatakan menistakan Agama, maka seharusnyalah saya paham apa itu penistaan agama, tidak berkomentar saat tidak cukup ilmu tentag penistaan agama, dan tidak memberikan pengakuan atau setuju baik secara isyarat, bahasa tubuh atau verbal terhadap oknum atau siapa saja yang melakukan penistaan agama. Kita adalah apa yang kita lakukan, apa yang kita contohkan dan apa yang kita katakan. Sdangkan orang lain hanya melihat itu dan kemudian memberi kita cap.

Sdr.Pandji, dengan tulisan tersebut, Anda pasti akan langsung di cap beberapa hal sbb :

1.   Muslim yang tidak paham agama dan aturan agamanya sendiri.
2.   Muslim yang tidak kaffah. Hanya setengah-setengah, mengikuti rules agama hanya yang menyenangkan saja, dan lalu dengan otak dan lisan (milik Allah) berusaha menjustifikasi semua hal aturan agama yang tidak membuat Anda nyaman, agar Anda bisa tidak mentaatinya.
3.    Anda setuju dan Pro JIL. JIL selalu berbicara setengah Islam dan setengah Yahudi bahkan juga Komunis, karena semua komentar Anda pada artikel secara langsung maupun tersirat menggambarkan hal tersebut, dan hanya orang bodoh yang tidak melihat hal tersebut seperti yang saya gambarkan.
4.   Secara tidak langsung Anda yang berkoar-koar di blog Anda tentang Nasionalisme, sangat Indonesia sekali , sebenarnya adalah salah satu dari beberapa persoalan yang menjadi penyebab bangsa ini krisis baik secara ekonomi moral maupun integritas. Karena dengan menyetujui maksiat (Homo, Lesbi, Penistaan Agama (Anda setuju dengan Ulil berarti anda menyetujui Ahmadiyah tumbuh di Indonesia) maka akan membuat Indonesia di kurangi rahmat dan rahim dari Allah SWT, semakin di tenggelamkan dalam kesulitan dan bencana. Sadarkah Anda ???

Tagar #IndonesiaTanpaFPI adalah counter terhadap FPI itu jelas. Komentar saya ini bukan secara langsung membenarkan FPI, tapi akan saya utarakan pendapat saya mengapa FPI muncul dan mengapa kesan atau biar saja saya sebut mengapa jadi gerakan "radikal" Islam ?
FPI, adalah organisasi Islam yang muncul sebagai counter Ummat terhadap isu-isu Agama yang besar. Sebut saja Ahmadiyah, sebut saja Lia Eden, sebut saja Miras yang di legitimasi, sebut saja lokalisasi resmi perzinaan.
Didalam Islam, pemerintah memang menjadi lembaga paling kompoten mengurusi masalah bangsa, dan ummat beragama didalamnya. Namun saat lembaga pemerintah gagal mengawal fungsi tersebut maka akan muncul gerakan seperti FPI ini. Saya yakin saat agama lain juga di nistakan maka akan mucul counter ummat seperti itu.
Jika pada prakteknya FPI terkesan kasar , beringas dll, maka itu hanya ekses yang timbul dari pergesekan dilapangan, yang jika Anda biasa terlibat dalam organisasi lapangan pasti tau lah bagaimana sebuah gerakan dengan mudahnya menjadi beringas dan apa pneyebab-penyebabnya.
Tapi bukankah memberi pupuk pada buah Apel yang busuk dan kecut tidak akan membuat pohon apel tersebut berbuah manis ?? Bukan apelnya tapi pupuklah tanah dan akarnya. FPI hanya sebuah hasil dari kesalahan management keagamaan di negara kita. FPI muncul karena kasus seperti Ahmadiyah, dan Ahmadiyah adalah buah ketidak-konsisten-nya pemerintah melindungi kebebasan dan kedaulatan agama.

Sebelum Sdr.Pandji mengomentari Ahmadiyah, mari saya jelaskan sedikit :

Mirza Ghulam Ahmad, pendiri Ahmadiyah di India, adalah filsuf binaan Inggris yang dikirim sebagai duta perdamaian ke India untuk meredakan pemberontakan dan penolakanrakyat India akan penjajahan Inggris (Silahkan belajar dulu). Keasyikan dengan figur buatan ini membuat Mirza Ghulam Ahmad membuat Sekte Islam di Indoa yang membesar, bhkan membesarkan ego dan kesombongannya hingga mengangkat dirinya menjadi Nabi setelah Muhammad SAW.
Pengikut Ahmadiyah, beda dengan Muhammadiyah atau Nahdatul Ulama, karena Ahmadiyah punya 3 hal yang berbeda yaitu :

1.   Nabi akhir zaman mereka bukan Muhammad SAW, tapi Mirza Ghulam Ahmad.
2.   Kitab Suci mereka Al Quran yang sudah di rekayasa dan di dampingi oleh kitab buatan sendiri.
3.   Niat ibadah mereka otomatis berubah, semua lafad Muhammas=d diubah menjadi Ahmad.

Jika Ahmadiyah, memmbuat deklarasi sebagai Agama baru, maka itu sah. Dan FPI atau siapapun tidak akan menggugatnya, bahkan bila terjadi dijaman Rasulullah, itu sah, karena berbeda agama. Ini yang disebut kebebasan beragama, Ini hak asasi yang biasa Anda gemborkan.
Tapi denganmengatakan mereka tetap Islam dengan berbeda 3 hal diatas, maka ini menjadi penistaan Agama. Dan dijaman Rasulullah Umar Bin Khattab berkata "Halal bagi kita darah dari seorang muslim yang murtad dengan tidak mengakui Rasulnya (Muhammad) ." Dan langsung ditebas di depan Rasulullah. Semoga Sdr Pandji tau bedanya. Ahmadiyah bukan Saudara yang tersesat , tapi saudara yang menyesatkan diri dan mencoba menyesatkan saudaranya yang tersisa.

Mengapa tagar #IndonesiaTanpaFPI muncul ? Sdr.Pandji bisa menjawab sendiri karena saya yakin, Sdr.Pandji mendukung kalau bukan termasuk Aktifisnya.

Saya mendukung gerakan FPI, secara konsep , tetapi kekerasan adalah jalan terakhir yang bisa kita tempuh, saat seseorang mulai memaksakan kita kafir atau bersikap kafir.

Apa itu JIL. JIL akan diartikan sebagai kumpulan orang ISLAM yang katanya pinter-pinter, bahkan saking pintarnya bisa memelintik dan memotong-moting ayat2 Al Quran, dan menggunakannya untuk menafikanAl Quran itu sendiri.

Baru-baru ini saya membaca tulisan Ulil Abshar " Salah jika seseorang menganggap bahwa Agama dan beragama adalah jalan satu2 nya menuju hidup mulia dan bermoral, karena banyak orang yang bisa mulia dan bermoral tanpa harus beragama".

Allahu Akbar, Naudzubillahi Min Dzalik ..
Sdr Ulil dan semoga Sdr Pandji tdk termasuk yang setuju pendapat tadi. Secara jelas Al Quran mengatakan bahwa satu2 nya cara menuju keselamatan dunia akhirat adalah Al Quran dan Hadist. Bagaimana mau selamat tanpa beragama ?
Di dalam Al Quran di sebutkan, bahwa "Barang Siapa yang mendahulukan urusan akhirat maka akan dimuliakan dunianya"
Ulil ambil pertimbangan dari mana lagi ini ????

Mungkin saya salah seharusnya di awal tulisan saya menyamakan persepsi duu dengan Sdr.Pandji, mengenai Apa sebnarnya Agama itu ? Apa Fungsinya ? dan mengapa kita perlu beragama ?

Menurut saya Agama itu adalah software, yang menggerakkan hardware keseharian kita, sebagai patron, pertimbangan, tempat bertanya segala uruan baik dunia lebih lagi akhirat, sebagai pengingat dan penyeimbang, dan lebih lagi sebagai pengikat antara hamba dan Tuhan-nya.
Mengapa kita perlu beragama karena Agama lah yang akan membatasi kita, memberi tuntunan, memberi contoh, janji dan ancaman agar kita selamat dunia akhirat.

Kalau Sdr.Pandji sependapat, maka silahkan lanjut membaca tulisan saya ini, bila tidak, saya pikir tulisan dari manapun tidak akan ada yang masuk nalar Anda.

Mengenai Gay, Lesbian, dan berikut kutipan pendapat Sdr.Pandji

"Saya setuju saja dengan pernikahan sesama jenis, karena banyak sahabat saya yang gay dan saya rasa kalau 2 orang saling mencintai ya boleh boleh saja menikah.

Saya nggak ada urusan melarang mereka, karena itu kehidupan mereka. Namun saya, merasa itu disalahkan oleh agama. Tapi kalaupun ada dosa, itu ditanggung mereka dan saya rasa merekapun tahu resikonya.
Saya tidak paham kenapa ada yang benci gay dan lesbian. Bagi saya, ini adalah pilihan. Seperti saya yang memilih untuk lebih suka Jay Z dari pada Justin Bieber.
Orang yang suka Bieber, ya biarlah. Toh kalau mereka ingin meyakinkan saya untuk jadi belieber, pendirian saya teguh. Saya pilih Jay Z.
Kalau saya tidak ingin anak saya jadi gay, ya saya urus anak saya. Bukan melarang orang lain."



Pertama, di semua agama hal tersebut di laknat. Kecuali yang tidak beragama. Sekarang apa Sdr.Pandji mengaku beragama ????
Kedua, jika semua orang berpendapat dan mengikuti kebebasan kebablasan ini seperti Anda, maka bagaimana kami yang tidak ingin anak keluarga menjadi laknat Gay dan lesbi ? Saat lingkungan dan pergaulan diatas 50% menyita waktu manusia sekarang ???
Tidakkah Anda paham bahwa seorang Pandji bisa dinilai dari lingkungan tempat dia hang-out ?
Taukah Anda saat bergaul dengan penjual parfum Anda kecipratan harum, dan saat Anda bergaul dengan penjual ikan Anda kebagian bau amis ?
Dan sebagai muslim, tahukah Anda laknat dan azab Allah SWT terhadap kaum Nabi Luth, dimana bumi dan langit di balik, dan seluruh kaum Luth tewas , yang mana hal tersebut karena masalah Homo dan Lesbi tadi ? Anda mau mengulanginya ? Dan tidakkah Anda tahu bahwa jika langit dan bumi Indonesia ini dibalik seperti itu bukan hanya kamu yang Anda bela tadi yang hancur tapi Anda juga, Indonesia juga ? Anda egois abis Pandji !!!!

Komunitas #IndonesiaTanpaJIL terdiri dri golongan orang yang sadar mereka belum sempurna dalam beragama tapi rela MATI demi Tauhid meng-Esa-kan Allah dan berjuang sekeras mungkin untuk Amar Makruf Nahi Mungkar !!!
Mereka (karena saya belum terdaftar sebagai Anggota) paling tidak menag beberapa hal dari Anda dan teman2 Anda di JIL :

1.   Mereka paham apa itu Agama, apa fungsinya, dan bagimana menggunakannya.
2.   Mereka komitmen terhadap pengabdian dan kehambaan dengan melakukan yang di perintahkan, dan mencoba menghindari dan melawan apa yang di murkai oleh Allah SWT.
3.   Otak mereka mungkin tidak seencer otak Sdr.Pandji, tapi saya yakin setelah membaca tulisan ini, kalaupun manusia bisa melakukan cangkok otak, tidak adalagi yang mau punya otak seperti Anda dan kolega Anda di JIL,kalau hanya menjadi sumber malapetaka buat orang lain !

Semoga Allah merahmati Anda dan Saya dengan kebenaran dan keberanian, Insya Allah
Jika Saya tersirat keras dan menyakitkan, ini adalah kewajiban sesama muslim (jika Anda benar Muslim) untuk saling mengingatkan, bukan kerna lebih baik ...


Makassar, 25 Mei 2013.
Demi Allah, Dzat yang Maha Agung yang memberikan kekuatan pada jari dan mata saya menulis artikel ini ...




2 comments :

kalau kita berpegang teguh pada Al Quran dan hadist Insya Allah tidak akan terjerumus pada pemikiran-pemikiran cerdas yang sesat ya mas...

saya pribadi merasa bahwa berdebat dengan orang2 JIL hanyalah menghabiskan waktu...ibaratnya kita berbicara dengan kambing congek yang merasa ia yg paling bisa mendengarkan nyanyian alam...padahal ia mendengarpun tidak/belum bisa...
setuju dengan tulisan mas di atas