Sunday, November 27, 2011

Menyikapi masalah

Terinspirasi dari artikel di blog pak Budi Rahadjo, judulnya Raja Penderitaan, dan juga lagu dari Sting berjudul King Of Pain.. Saya mau sedikit berfilsafat, walau ini pinjaman yang pernah saya baca di salah satu media, atau radio, masalahnya saya lupa sumbernya. Seorang murid bertanya pada gurunya mengenai beratnya hidup, penderitaan yang kesannya tidak adil diberikan oleh Tuhan kepada hamba-hambanya. Sang guru tidak menjawab, malah menyuruh si murid mengambil sesendok garam dapur, dan segelas air putih. Kebingungan , si murid langsung saja menyediakan permintaan sang guru. Gurunya menyuruh si murid memasukkannya sesendok garam itu ke dalam gelas berisi air minum, dan menyuruh si murid meneguk sedikit air dalam gelas tersebut.


Si murid tersedak, asin sekali katanya. Si guru lalu menyuruh dia mengambil sesendok lagi garam dapur seperti tadi dilakukannya. Kembali si murid melakukan dengan baik perintah gurunya, dan membawa sesendok garam dapur. Setelah itu sang guru tanpa berkata apa apa, menarik si murid ke telaga di belakang halaman sekolah, menyuruhnya memasukkannya sesendok garam tersebut ke telaga jernih itu. Lalu sang guru menyuruh si murid mencicipi air telaga itu dan bertanya " Apakah garam tadi terasa dalam air yang kau minum dari telaga ini ? Si murid menjawab tidak. Itulah jawaban dari pertanyaan mu, mengapa ada manusia yang terlihat sangat menderita dengan masalahnya, dan ada yang santai saja seperti tidak ada masalah sama sekali. Yang menjadi pembeda adalah berapa luas gelas dibandingkan telaga itu. Manusia yang berjiwa luas, lapang, dan bijaksana, masalahnya hanya menjadi sesendok garam di dalam telaga, dan manusia yang sempit jiwanya, miskin pemahaman,dan kurang bersyukur jiwanya hanya seluas gelas, dan garam masalahnya akan terasa sangat asin, yang bisa menyebabkan dia lepas kontrol dan memaki Tuhan-nya sendiri.

0 comments :